Mas Satrio yth, Saya setuju dengan Mas Satrio bahwa istilah "Mak Nyusss" ditulis di bukunya Pak Umar Kayam, bahkan Pak Bondan juga mengakui hal tersebut dalam tulisan-tulisannya terdahulu atau dalam tulisan-tulisan beliau di milist jalansutra .... Sebenarnya istilah Mak Nyuss itu bukan istilah asing bagi kami-kami yang berasal dari daerah Jawa .... Istilah itu juga untuk menggambarkan sesuatu yang segar... misalnya kalau kita abis main trus minum air putih dingin dari kendi ... kita juga akan bilang ..."nyusss... seger tenan"... Kata Mak dalam bahasa Jawa itu adalah awalan untuk menggambarkan suatu keadaan ....Mak Nyuss (menunjukkan sesuatu keadaan nikmat, enak, lancar).... banyak kata di Jawa yang menggunakan kata Mak ... Mak Jegagik .... (menunjukkan keadaan yang tiba-tiba atau mengagetkan) ..... Mak Bress (menunjukkan hujan deras yang tiba-tiba) .... Mak Pliuttt .... (untuk menggambarkan keadaan pohon bambu yang ditarik ujungnya hingga melengkung sekali...) ...... Mak Nginggg...(untuk menunjukkan suatu suara yang tidak keras tapi sangat mengganggu .... misalnya bunyi telepon yang tidak diangkat....maka setelah bunyi "tut-tut ...." maka akan disusul bunyi "Mak Ngingggg....") Salam, DS Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ungkapan "mak nyuusss!" bagi para penggemar kuliner, pasti sudah tak asing lagi. Ini hampir sama populernya dengan ungkapan Tukul: "Kembali ke laptop!"
Bondan Winarno di program TV Wisata Kuliner, paling sering menyebutkan "mak nyuusss" ketika menyantap hidangan lezat. Tapi, benarkah Bondan Winarno adalah pencetus ungkapan khas tersebut? Ternyata, bukan. Seorang teman mengatakan, Basuki (pelawak eks-Srimulat) sudah lebih dulu mensosialisasikan ungkapan "mak nyuusss" itu, namun tidak begitu populer. Seorang teman lain mengatakan, (almarhum) Dr. Umar Kayam adalah yang lebih dulu mempopulerkannya. Umar Kayam adalah novelis, penulis cerpen, akademisi, birokrat, budayawan, sastrawan, hingga tak ketinggalan, bintang film. Boleh dikata, doktor jebolan Cornell University ini adalah multidimentional-man. Semasa hidupnya, setiap hari Selasa, ia menulis kolom pada harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta --kemudian terbit sebagai trilogi Mangan Ora Mangan, Sugih Tanpa Banda, dan Madhep Ngalor Sugih-Madhep Ngidul Sugih. Nah, ungkapan "mak nyuusss" itu termuat di bukunya Mangan Ora Mangan Kumpul. Sayang, saya tak punya buku itu, sehingga tak bisa mengecek langsung, apakah betul ungkapan "mak nyuusss" itu memang terdapat di sana.... Yang jelas, Umar Kayam memang sempat dikenang oleh kawan-kawannya sebagai gastronom sejati. Karena kecintaannya yang luar biasa pada pelbagai jenis masakan, almarhum budayawan dan rohaniawan Romo Mangunwijaya pernah berseloroh bila ia punya kecerdasan pada lidahnya. "Edan si Romo itu, yang dia anggap cerdas itu lidah saya, bukan otak," ujar Umar Kayam. Satrio Arismunandar Producer - News Division, Trans TV, Floor 3 Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026, Fax: 79184558, 79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com http://satrioarismunandar.multiply.com "If you know how to die, you know how to live..."
