Maaf , bartu membalas sekarang.

Jadi pada intinya saya melihat korelasi antara banyaknya
jumlah pelanggan PLN dengan kemungkinan masuknya dana
dari sisi periklanan. Baik itu dari aliran dana komersial,
ataupun dana untuk kepentingan komersialisasi politik.

Pada dasarnya PLN mempunyai suatu infrastruktur jaringan
yang kuat penetrasinya sampai ke rakyat di pelosok pedesaan.
Bila infrastruktur ini bisa diubah menjadi sarana promosi,
maka bisa jadi mengalirkan duit.

Menurut mbak fau,
PLN pada dasarnya beda dengan broadcasting seperti TV.
PLN memerlukan banyak biaya untuk masukan operasinya.

Berapa ?
ya mungkin secara kasar bisa didapat dari:

Pengeluaran PLN == Pendapatan PLN.

maka asumsinya adalah PLN tidak untung dan tidak rugi.
Misal untuk kebutuhan rumah tangga [rata2] kira2 menghabiskan sekian rupiah
dikalikan dengan banyaknya jumlah pelanggan.

Namun, biaya untuk infrastruktur ini sebaiknya tidak
dihitung pada jangka pendek, karena mungkin umurnya panjang.
Jadi insvestasi di PLN perlu dibagi pada jangka penggunaan puluhan tahun,
mungkin jaringan tersebut masih dipakai.
Sehingga p[erhitungan biaya di PLN akan bisa di tekan.

--
Memang pada saat ini belum jelas seperti apa bentuknya
mengawinkan Jaringan Listrik dengan Periklanan.

Katakanlah dengan internet, maka kita bisa menyisipkan iklan
saat koneksi ke internet.
Katakanlah dengan semacam brosur yang dicetak secara remote,
itu bisa dibagi2 kan ke pelanggan saat pembayaran abonemen bulanan.
Kalau perlu di adakan semacam device penerima di pelanggan,
untuk bisa menerima broadcast dari PLN pusat.

banyak cara sebenarnya,
asalkan kita optimis.

Pada tanggal 27/06/07, Totot <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>
>
>
>
>
> Mas Bagus... (maaf, saya gak mau panggil mas Alpha, kesannya
>  kok gimana gitu dalam bhs Indonesia, hehehe)
>
>  Ini saya rasa ide menarik mas. Saya sebenarnya tertarik utk tahu
>  lebih dalam, mulai dari saat ada berita bahwa di beberapa perumahan
>  sudah di uji cobakan akses internet via PLN, gak tau ini benar atau
>  tidak ya. Tapi saya coba cari infonya, belum dapat2 tuh mas.
>  Mungkin mas Bagus bisa mencerahkan?
>  Kurang lebih seperti apa sih yg mas Bagus utarakan disini,
>  kalau dibahasakan yg lbh user-friendly kepada awam spt saya?
>
>  Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
>
>  salam,
>  totot
>
>
>   



-- 
Salam Revolusi IT Indonesia !!!!

Alpha Bagus Sunggono
------------------------------------------------------
http://bagusalfa(dot)blogspot(dot)com

Kirim email ke