Rekan Pra_Jar,

Kita salut pada teman-tean LSM Lingkungan. Memang seharusnya seperti
itu, semua simpul peran dalam jaringan penjualan kayu ilegal dari
Indonesia, saya katakan dari Indonesia, tidak hanya dari Papua tapi
dari pulau lain juga, ke luar negeri harus disoroti dengan jelas.

Hal yang perlu disoroti juga adalah dampak dari sorotan itu terhadap
penduduk di pedalaman Papua. Sudah menjadi kebiasaan,kalau pemerintah
atau aparat dirosoti dan ditekan, berkaitan dengan maraknya perusakan
hutan dan penjualan kayu ilegal, nanti ujung-ujungnya rakyat kecil di
Papua yang akan kena.

Bagaimana bisa kena?
Kasusnya mungkin tidak berbeda dengan perusakan hutan di Kalimantan.
Para penebang kayu, para supir truk,mereka yang dilapangan, kebanyakan
adalah pekerja kasar yang berasal dari masyarakat setempat.
Para pekerja upahan ini rela bekerja sebagai penebang kayu,
pengangkut, sopir truk,dll, karena mereka butuh pekerjaan, butuh uang
untuk makan, untuk hidup.

Ketika ada tekanan keras terhadap pemerintah dan aparat, maka aparat
akan memangkap para pekerja ini. Mereka ini akan diburu, disiksa,
dipenjara. Namun cukong, beking, oknum pemerintah dan aparat yang
terlibat di dalamnya tak akan tersentuh.

Maka di sini lampu sorot harus terang benderang menyoroti para cukong,
beking, oknum pemerintah dan aparat yang terlibat tersebut, sekaligus
juga memberikan penerangan dan perlindungan terhadap penduduk setempat.

Hal lain:
Pernah ada kasus di Kapuas Hulu, Kalbar. Suatu hari polisi menangkap
sejumlah penebang kayu berikut sejumlah alat berat sebagai barang
bukti. Namun apa yang terjadi? Keesokan harinya alat berat sebagai
barang bukti tersebut raib tak berbekas. Sampai sekarang kasus itu
gelap gulita. Lampu sorot juga padam. Ada apa ini?

Salut atas semangat dan keberanian LSM Lingkungan di Indonesia. Semoga
lampu sorotnya gak pernah padam dan terang terus.

Salam
Mulyadi




--- In [email protected], "pra_jar" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Saya setuju Bung Mulyadi. Saya kira teman-teman LSM lingkungan dari
> awal sudah menyoroti soal tanggungjawab pemerintah dalam maraknya
> perdagangan kayu ilegal. Bagaimanapun pemerintah kita punya andil
> besar dalam pengrusakan hutan, termasuk di Papua. Ilegal loging dari
> Papua bisa masuk ke China juga tidak lepas dari peran aparat kita
> yang memuluskan jalan itu. Cuma dalam berita Era Baru memang
> mengungkap sisi lain dari perdagangan kayu merbau ilegal yang masuki
> ke China, yang selama ini belum banyak disentuh media massa. Media
> itu hanya ingin menunjukan bahwa ada faktor peran komunis China juga
> yang berpengaruh atas pengrusakan hutan papua, khususnya menjelang
> Olimpiade Beijing, dimana Komite Olimpiade dan rejim komunis China
> menutup mata atas masuknya kayu ilegal tersebut. Saya kira semua
> yang punya andil dalam pengrusakan hutan kita, harus kita ingatkan
> dan kritisi supaya hutan alam kita tidak semakin rusak ditelan
> keserakahan.
>
> thanks

Kirim email ke