Saya kira benar sekali yg ditulis Pa Manneke, 
soal pintu bagi supir bis.

Saya mendengarkan wawancara radio Elsinta dgn 
Menteri Perhubungan yg baru , dgn Dirjen Hubdar
dengan Brigjen Pol Humas Mabes Polri dll 
Saya kira sebenarnya semua sdh sangat tahu yg harus
dilakukan, juga kebanyakan sangat pintar kalau 
ngasih analisa kecelakaan, mengatasinya dlst.
Yg kurang adalah bagaimana sebagai pejabat 
bisa memastikan semua yg dipikirnya baik itu 
bisa diimplementasikan dgn baik sesuai  dgn 
yg diutarakannya itu....
Terutama menteri perhubungan yg baru itu. 
Saya sangat ingin tahu apa yg akan dilakukannya
agar semua yg dikatakannya yg bagus2 itu bisa 
terealisir dgn baik....
Demikian juga dengan P SBY yg seringkali memberi
instruksi , seolah2 sdh melakukan kewajibannya, namun
dilaksanaka atau tidak, berjalan atau tidak EGP [ emang
gua pikirin ?] alias sebodo teuing ...
Sedih juga lihat mentalias orang2 pinter yg pemimpin kita

Salam , martin - jkt


----- Original Message ----
From: manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, July 14, 2007 6:15:16 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Peniadaan Pintu Sopir Bus





    
            Sebetulnya, dengan tak adanya pintu di sisi supir itu fungsinya 
adalah supaya supir gak keluar masuk lewat pintu yang ada di sisi jalan. Jadi, 
mau tak mau dia harus keluar dari sisi yang aman. Pintu dan manusianya tak akan 
tersambar kendaraan dari arah berlawanan atau dari arah belakang.

   

  Kalo Anda di Jepang, meski semua kendaraan punya empat pintu, baik supir 
mapun penumpang di larang keluar masuk mobil lewat pintu yang berada di sisi 
jalan. Semua harus lewat pintu yang ada di sisi aman. Di Kanada semua bus umum 
juga tak berpintu di sisi supir. Tjuannya untuk meminimalkan kemungkinan 
kecelakaan, bukan untuk mencegah supir kabur. He he he...

   

  manneke

Kirim email ke