Salam
  Bang Rovicky..Akur...
  Semua berjalan selari/paralel.
   
  Untuk member FPK yang tinggal di KL dsktrnya, besok datang ya, Kuliah Umum 
El-Baradei tentang "Nuclear Power Looking to the Future" di KLCC (KualaLumpur 
Convention Center), free!. hub.Nooraini 603-269498.
  Buat yang kerja mungkin boleh ambil time-off sekejap,Saya tinggal di Mantin 
Negri sembilan.InshaAllah datang.
  Trimakasih.
  Wassalam.
  

Rovicky <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Soal Lapindo dengan PLTN maupun pembangunan jalan Tol juga
penyeleseian masalah konflik antar partai tentunya tidak bisa
dikerjakan secara urut-urutan (sequential) begitu. Semua mestinya
dikerjakan secara paralel.
Lah kalo masalah negara dikerjakan urut kacang satu-satu yo opo semua
"grudugan" ke satu masalah, trus "grudugan" ke masalah berikutnya. Kan
ngga gitu, 

Pola pengerjaan paralel itu ya sudah umum, kan kehidupan ini juga
berjalan paralel.

Kalau soal radius pengaruh lumpur Lapindo, aku beri gambaran yang
mudah saja begini. Gunung Merapi di utara Jogja merupakan salah satu
Gunung api teraktif di dunia. Radius lelehan lahar merapi ini
radiusnya hanya sekitar 20-30 Km saja. Itupun memakan proses ribuan
tahun. Dalam skala hidup manusia dianggap ngga bakalan brenti deh. Nah
Lusi yg merupakan gejala mud volcano + hydrothermal skalanya relatif
sangat kecil dibandingkan dengan aktifitas gunung api. 

Jadi pengaruh Lusi TIDAK AKAN sampai sejauh yg ditakutkan selama ini.
Lusi tidak akan berdampak hingga menelan Kota Sidoarjo, apalagi Surabaya.

RDP

Kirim email ke