Peringatan 23 Tahun Diundangkannya CEDAW

Peluncuran & Diskusi Buku

“PERGULATAN FEMINISME DAN HAM:
HAM untuk Perempuan, HAM untuk Keadilan Sosial”

Hingga kini, HAM terus menjadi perbincangan hangat.
Salah satu komitmen Indonesia terhadap hak asasi
perempuan (HAP) adalah dengan meratifikasi dan
mengundangkan Convention on the Elimination of All
Forms of Discrimination against Women/CEDAW (Konvensi
Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap
Perempuan), pada tanggal 24 Juli 1984 sebagai UU No. 7
Tahun 1984. Tahun ini telah 23 tahun Indonesia
mengundangkan CEDAW, yang merupakan instrumen HAP
(international women’s rights bill).

Dinamika HAM telah mengantarkan kesadaran bahwa
kelompok-kelompok tertentu yang didiskriminasi dan
ditindas (the voiceless) rentan diabaikan dalam proses
pembuatan kebijakan. Mereka terutama adalah perempuan.
Untuk itulah, para feminis terlibat dalam berbagai
gerakan HAM untuk memastikan bahwa manusia tidaklah
homogen, tidak laki-laki, tidak dewasa; melainkan ada
yang bertubuh perempuan, anak, remaja, penyandang
cacat, berbeda warna kulit, berbeda ras, dan lain
sebagainya. Dari semua itu, para feminis bertanya,
mengapa perempuan hilang dari HAM? Are women missing
in human rights’ face? Where are the women’s voices,
bodies, thoughts? Sejauhmanakah pergulatan feminisme
dan HAM. Apakah penegakan HAM adalah tujuan akhir dari
feminisme?

Untuk memperingati 23 Tahun Diundangkannya CEDAW dan
mendiskusikan persoalan feminisme dan HAM, kami,
INSTITUT PEREMPUAN, mengadakan PELUNCURAN&DISKUSI BUKU
“PERGULATAN FEMINISME DAN HAM: HAM untuk Perempuan,
HAM untuk Keadilan Sosial” pada:
Hari/Tanggal : Senin, 6 Agustus 2007
Waktu : Pkl. 18.30-21.00 WIB
Tempat : Toko Buku AKSARA , Jl. Raya Kemang 8B,
Jakarta 12730
Sifat Acara : GRATIS, UNTUK UMUM
Pembicara :
1. Donny Gahral A. (Pengajar Departemen Filsafat
Universitas Indonesia)
“Feminisme: Sebuah Ideologi dan Gerakan”
2. Masruchah (Aktivis Feminis, Sekjen Koalisi
Perempuan Indonesia)
“Penegakan Hak Asasi Perempuan di Indonesia”
3. R. Valentina Sagala, SE., SH., MH. (Aktivis
Feminis, Executive of Board Institut Perempuan, Dosen
Fakultas Hukum Universitas Katholik Parahyangan)
“Pergulatan Feminisme dan HAM”
Moderator : Eko Bambang S
Kontak Panitia : Ellin (08159074798), Donna
(081802117374)


Tentang Penulis
R. VALENTINA SAGALA, lengkapnya Rotua Valentina
Sagala, lahir di Jakarta, 9 Agustus 1977, putri dari
Drs. Edy P. Sagala, MM dan Ir. Gokmaria Sitanggang.
Aktivis feminis, mulai menggeluti feminisme sejak di
bangku SMU Santa Ursula, hingga hijrah (1996) dan
menetap di Bandung hingga kini. Pada tahun 2000
mendirikan Institut Perempuan sebagai sebuah
organisasi feminis yang mengabdikan diri bagi
penegakan hak asasi perempuan, hak asasi anak, dan
kelompok tertindas lainnya. Sejak itu pula menjadi
Direktur Eksekutif Institut Perempuan hingga tahun
2005.
Telah menyelesaikan S1 dari Fakultas Ekonomi jurusan
Akuntansi Universitas Katholik Parahyangan (2001) dan
Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung (2004),
serta merampungkan Program Paskasarjana Ilmu Hukum
Universitas Padjadjaran Bandung (2006). Kini
mendedikasikan hidupnya sebagai Dosen di Fakultas
Hukum Universitas Katholik Parahyangan, sekaligus
Executive of Board Institut Perempuan dan Ketua Dewan
Pengurus Perkumpulan Institut Perempuan. Anggota Tim
Substansi Jaringan Kerja Prolegnas Pro Perempuan,
anggota Dewan Presidium ALIANSI (Aliansi Aktivis
Lingkungan Indonesia), dan Majelis Anggota (MATA) JARI
Indonesia.
Tujuh tahun terakhir, menulis artikel, esai, puisi,
cerpen berperspektif feminis terutama tentang masalah
sosial, hukum, HAM, lingkungan, pembangunan,
neoliberalisme, perempuan, dan anak, dimuat di
berbagai media massa dan jurnal. “Pelacur vs His First
Lady?” (2004) adalah judul buku pertamanya. Buku
keduanya, ditulis bersama Arimbi Heroepoetri, berjudul
“Percakapan tentang Feminisme versus Neoliberalisme”
(2004). Telah menjadi editor dan corrector sejumlah
terbitan mengenai perempuan dan hukum.
Banyak diundang sebagai narasumber, trainer,
fasilitator, baik dalam seminar maupun pelatihan.
Pernah menjadi Koordinator Divisi Reformasi
Hukum&Kebijakan KOMNAS PEREMPUAN dan Assistant Project
Officer Child Protection UNICEF. Banyak melakukan
penelitian, menjadi Dosen Tamu dan Penguji Ahli di
berbagai universitas, serta menjadi konsultan di
berbagai organisasi diantaranya ILO, UNICEF (untuk
wilayah konflik, seperti Aceh dan Ambon), dsb.



ELLIN ROZANA, lahir di Jakarta, 30 Januari 1980.
Aktivis perempuan, mulai menggeluti feminisme sejak
duduk di bangku kuliah di Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Katholik Parahyangan
(1998). Setahun kemudian memilih hijrah dan
menyelesaikan studi S1 nya di Departemen Matematika
Institut Teknologi Bandung.
Di usia 20 tahun, mendirikan Institut Perempuan
sebagai sebuah organisasi feminis yang mengabdikan
diri bagi penegakan hak asasi perempuan, hak asasi
anak, dan kelompok tertindas lainnya. Sejak itu pula
memulai perjalanan hidupnya sebagai Koordinator Divisi
Pendidikan dan Pengorganisasian Perempuan (2000-2003),
konselor perempuan korban kekerasan sekaligus
Koordinator Divisi Pendampingan Perempuan Korban
Kekerasan (2003-2004).
Meminati spiritualisme dan matematika, serta aktif
sebagai peneliti. Banyak diundang sebagai narasumber,
trainer, fasilitator, baik dalam seminar maupun
pelatihan di berbagai daerah di Indonesia.


Demi Keadilan, Kesetaraan, dan Kemanusiaan,
INSTITUT PEREMPUAN
Jl. Dago Pojok No. 85
Bandung 40135
Telp./Faks. 022-2516378
Email: [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED]
Website: http://www.institutperempuan.or.id

Kirim email ke