Salah satu akibat kemerdekaan yang direbut ialah eforia merdeka seakan-akan kita bebas berbuat segalanya sama akibat reformasi yang juga direbut. Segala birokrasi yang disusun rapih pada masa penjajahan tiba-tiba lenyap, data curah hujan misalnya, yang dapat digunakan hanya data buatan Belanda sebab data masa merdeka bolong- bolong kalau toh ada. Lihat misalnya Hongkong atau Macau yang direbut Cina melalui perundingan, Cina menerima keduanya dengan utuh malahan tambah hari tambah baik, Timor Timor yang direbut meskipun melalui referendum tetapi dibelakangnya ada perebutan dengan senjata bahkan setelah menang referendum terjadi pembakaran termasuk sebagian arsip ikut terbakar.
Merdeka .... asal tidak merdeka berbuat segalanya --- In [email protected], "A. Michael Kambey" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ketika gladi bersih perayaan kemerdekaan Malaysia, posisi Wapres kita yang > tercinta berada di posisi sebelah kiri, jauh dari Pak Lah and bukan di > barisan para Presiden or Kepala Pemerintahan yang hadir..Plus tidak ada > Bendera Merah Putih yang berkibar di tempat perayaan (bendera negara2 > undangan lainnya sudah ada)..And tiba2, ketika perayaan mo mulai posisi JK > sudah ada di tempat terhormat, plus bendera Merah Putih dah berkibar > (setelah Panitia diingatkan oleh staf Kedubes RI)....Mission > Accomplished..hehehe.... > Buat apa menghadiri perayaan kemerdekaan negara yang tidak pernah > memperjuangkan kemerdekaannya??? > Kemerdekaan yang diberikan secara cuma2!!! > Kita patut bangga dengan perjuangan kemerdekaan bangsa kita...Bangga dengan > 17 Agustus 1945!!!.... > > And siap2 cari calon alternatif for 2009!!!! > > > MERDEKA!!! > > > > >
