Terimakasih untuk rekan2 yang telah me-respon uneg2 saya. Secara umum saya setuju dengan penambahan uneg2 dari anda, saya tidak menempatkan pendapat anda sebagai sanggahan karena saya juga berpendapat demikian....bahwa menguasai hal-hal yang bernuansa INDONESIA tidaklah berarti CINTA INDONESIA sebagaimana ada yg paham tentang SURINAME tapi tidak CINTA SURINAME.
Pengalaman pribadi saya dan obrolan dengan teman2 serta para famili, mereka tetap merasa bahwa pengetahuan akan INDONESIA ( Geografis, Budaya, Pahlawan,lagu wajib dan daerah ) adalah SALAH SATU MODAL untuk bisa mencintai INDONESIA seperti yang kami rasakan saat ini. TAK KENAL MAKA TAK SAYANG........ Saya bukan PRO-JUSUF KALLA Wapres kita itu, namun membaca sejumlah berita ringan di Harian Kompas tentang Pidato JK diluar Teks dan kutipan pendapat JK tentang sejumlah kebijakan Pemerintah yang tidak populis, saya akhirnya sedikit memahami bahwa PEJABAT KITA KADANG BERKORBAN DENGAN SIAP TAK POPULER DIMATA RAKYAT demi kabaikan Bangsa ini..... Sementara Media massa dan sebagian dari kita selalu bersemangat mengkritik dan menentang sebagian besar kebijakan mereka...hanya karena TIDAK POPULER!!! UJIAN NASIONAL sangat saya tentang pada awalnya....namun akhirnya saya bisa memahami mengapa Pemerintah ngotot bahwa UNAS sudah HARGA MATI setelah mengingat bahwa Pemerintah ingin ANAK2 SEKOLAH TERPACU UNTUK BELAJAR SUNGGUH2 BIAR BISA LULUS, yang nggak belajar sungguh2 dan nggak lulus,YACH ITU KONSEKUENSI MEREKA!!! SEKOLAH adalah MASA BELAJAR, jangan MAIN2 demi masa depan....jangan sampai waktu untuk belajar tersita oleh nge-BAND....TAWURAN, atau DEMO!!! Saat kelulusan ditentukan oleh pihak SEKOLAH, SUBYEKTIVITAS sangat kental.........!!! Akhirnya kita tertinggal dari Negeri tetangga........ Doktrin Nasionalisme, etos kerja, dan keyakinan sebagai BANGSA TERBAIK sungguh ditanamkan dalam WAJIB MILITER yang diberlakukan oleh sejumlah negara. Menurut sebuah sumber, SINGAPURA, KOREA SELATAN, MALAYSIA dan AUSTRALIA sejak tahun 60-an didoktrin dengan sebuah CERITA PENDEK tentang seekor burung camar SULIVAN yang dikucilkan oleh kelompoknya karena LEBIH SUKA MENGHABISKAN WAKTUNYA UNTUK BELAJAR TERBANG AGAR LEBIH CEPAT TERBANGNYA DAN BISA MENUKIK LEBIH DALAM DIAIR UNTUK BISA MENANGKAP IKAN BESAR didalam lautan DARIPADA BERSOSIALISASI DENGAN KELOMPOKNYA DAN MENJAGA TRADISI LELUHURNYA YANG HANYA MAKAN DARI SISA2 ROTI DAN MAKANAN YANG DILEMPAR NELAYAN. AKHIRNYA CAMAR SULIVAN ITU DIASINGKAN DIPULAU TERPENCIL, DAN DI PULAU ITU SI SULIVAN KETEMU DENGAN TEMAN2 SENASIB YANG MEMILIKI PEMIKIRAN SAMA. BEBERAPA WAKTU BERLALU, AKHIRNYA KUMPULAN CAMAR TERASING ITU MENJADI KELOMPOK CAMAR UNGGUL YANG DISEGANI KARENA KEMAMPUAN TERBANG CEPATNYA, DAN DITAKUTI OLEH IKAN2 YANG SELAMA INI BERLINDUNG DIKEDALAMAN AIR LAUT. Inti cerita tersebut adalah bahwa KITA TAKBOLEH PUAS DIRI DAN PASRAH DENGAN KEADAAN KITA, KITA HARUS SELALU TERPACU UNTUK BELAJAR AGAR LEBIH BAGUS DARI YANG LAIN......DAN KITA TAK BOLEH MENOLAK HAL-HAL BARU YANG MUNGKIN BERBEDA DENGAN KEBIASAAN KITA SEPANJANG HAL-HAL BARU TERSEBUT DEMI KEMAJUAN. ( MAKANYA KITA BISA LIHAT NEGARA-NEGARA LAIN BERKEMBANG...MAJU SECARA DINAMIS, KARENA RAKYATNYA TIDAK ANTI PERUBAHAN...TERPACU UNTUK BELAJAR LEBIH BAIK, MENINGGALKAN BUDAYA MALAS.....BERUSAHA MENJADI YANG TERBAIK!!!! SEDANGKAN MASYARAKAT KITA, BERUBAH DARI KOMPOR MINYAK KE GAS SAJA TAKUT, HARGA SEMBAKO NAIK TIDAK DIAKALI DENGAN BEKERJA DAN BERBISNIS LEBIH GIAT....TAPI JUSTRU SIBUK DEMO....SIBUK MINTA SUBSIDI!!!! ) Soal Korupsi, itu adalah masalah KEPRIBADIAN..............., dan siapapun yang sudah KORUPSI....otomatis tidak memiliki NASIONALISME!!! Kita bisa lihat, Mahasiswa Angkatan 66 yang dulu mengusung ORBA, ternyata KORUPTORnya kini adalah MEREKA JUGA!!! Mahasiswa Angkatan '98 yang kini sudah mulai berada di kursi DPR/ DPRD, kelakuannya gak beda sama yang mereka Demo dulu!!!
