Sangat prihatin dengan apa yang dialami pak KK di Jepara dan sungguh itu hal yang memalukan. demo model kayak begini bukan lagi ajang penyaluran aspirasi namun lebih pada pemaksaan kehendak yang berlebihan. saya yakin masyarakat balong sebenarnya tidak sepenuhnya tahu mengenai nuklir. Mungkin saja ada yang menyulut, ada yang membakar emosi mereka dgn memberikan pengertian yang sangat negatif mengenai PLTN. informasi yang tidak berimbang inilah yang mungkin menjadi 'bensin' tindakan masyarakat balong kepada menristek kemarin dan pasti ada provokatornya. setahu saya yang lama bergaul dengan masyarakat desa, perilaku dan watak mereka tidak seperti itu. bukannya saya menuduh ditunggangi atau mencari kambing hitam...tapi kayaknya tidak masuk nalar bila masyarakat desa melakukan hal seperti itu bila tanpa ada yang meng'komando' ...anarkisme seperti ini justru tidka menyelesaikan persoalan. Keterlaluan banget sampe menteri negara kok dilempar dan dikejar2 begitu...astaga!!! Maju terus pak KK........
Puput <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Yang mulia Pak Menteri, apakah tidak sebaiknya rencana ini (pengembangan pltn) ditarik saja ke belakang kemudian dikedepankan kajian scientific melalui studi kelayakan secara genuine dengan mengintegrasikan kelayakan teknis, ekonomis (financial) dan ekologi (amdal) dalam satu kesatuan kajian. Karena ini amanat UU Pengelolaan Lingkungan (no 23/1997) dan PP Amdal (no 27/1999). pun UU Energi no 30/2007 mengamanatkan "Setiap kegiatan pengelolaan energi wajib mengutamakan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan memeuhi ketentuan yang disyaratkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup". sekali lagi melalui kajian yang genuine. Salam, Ppt
