Pak Wal,
   
  Ya begitulah keadaan negara kita ini. Startegi militer itu kan lain dengan 
strategi mendidik bangsa dalam hal: "Values, dignity and Integrity". Kalau 
militer kan berani maju di peperangan, harus berjuang untuk mencapai target dan 
melindungi anak buah nya sendiri, etc.
  Kalau bermasyarakat kan harus ada tenggang rasa, saling menghormati, tidak 
harus menang tetapi saling berdiskusi dan saling menjaga perasaan orang lain. 
Menyenggangkan kehidupan seluruh warga. Harus menjaga lingkungan dengan benar, 
tidak hanya bisa merusak. Memberi contoh yang baik (hormat, jujur, berani 
mengakui jika berbuat kesalahan, dsb) kepada generasi mendatang, yaitu mendidik 
dengan memberikan contoh bahwa "uang" itu bukan segalanya, tetapi ketentraman 
dan tanggung jawab bermasyarakat itulah yang lebih utama. Juga memberi contoh 
bahwa "menolak" hal-hal yang tidak benar itu sangat "berjiwa besar".
   
  Tetapi jaman Suharto (jaman kemiliteran Indonesia), semuanya harus 
"uang...uang" masuk untuk kepentingan pribadi. Tidak menghiraukan masyarakat 
sendiri, tidak menghiraukan lingkungan semua rusak, asalkan anak buah militer 
dan kroni-kroni serta keluarga nya menjadi kaya raya. Jika ada masyrakat yang 
berani mengemukakan ketidak setujuan atau kurang senang terhadap tabiat 
mereka....dibunuh...dihilangkan jejak nya..dsb.
   
  Indonesia memerlukan militer nya untuk menjaga kesatuan NKRI, bukan untuk 
mencengkeram didalam pemerintahan sendiri. Menakut-nakuti masyarakat, dan 
menghancurkan "martabat" bangsa yang agung ini.
   
  Salam,
  Yuli

Suparmo Wal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Salam,
Sudah saya jawab tetapi tidak dimuat dalam Forum. Kalau jenderal atau militer 
diangkat menjadi pimpinan apapun juga, karena pertimbangan pengalaman 
menagement mereka dalam mengatur manusia.
Namun banyak yang tidak profesional dan yang mengancurkan banyak BUMN adalah 
para militer atau jenderal ini.
Kalau sekarang masih dipilih karena Republik Indonesia belum dapat melepaskan 
diri dari anggapan bahwa militer itu dapat MENGGIGIT dan mereka masih ingin 
menjadi TENTARA RAKYAT seperti di RRT padahal, di Indonesia  tidak demikian 
adanya.
Wasalam, 
Wal Suparmo
   
   
    
---------------------------------
  Pinpoint customers who are looking for what you sell. 

       
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke