Kawan yang baik, Terimakasih atas atas sanjungannya. Memang saya ganteng tapi klo dilihat di malam hari pada saat mati listrik he.... he....
Mohon maaf saya bukan orang BATAN jadi tidak mengikuti soal "pintu di BATAN". Waktu SD saya mempunyai obsesi menjadi ahli nuklir. Yah, ternyata saya nggak kualified. Meski demikian saya masih tertarik dengan nuklir karena susunan atom itu indah banget. Dulu katanya atom itu nggak bisa di belah atau "atomos", Eh ternyata di dalamnya ada dunia lain. Impak tenaga atom terhadap kehidupan manusia ternyata besar banguet. Sampai-sampai homo sapiens yang namanya sadjuga ikut-ikut nimbrung dalam debat antara pro-kontra PLTN. Salam hangat, Sadjuga Salam hangat, Sadjuga > Pak Sadjug yg ganteng, > yg dikoreksi cuman Cbat 80ya Pak? Jadi yg lain memang benar? :-) Wah, > wartawan dapat bahan berita menarik lagi nih. Asik donks > >> Yang diacu oleh Dr. Muhamad Nur ini kasus penyimpanan limbah dimana? Di > Indonesia tidak ada fasilitas pengolahan limbah seperti itu. Pensiunan > Bapeten, mantan inspektur pengawas limbah radioaktif pernah bilang, sampai >> sekarang, limbah radioaktif tidak jelas penanganannya, termasuk yang > dihasilkan dari rumah sakit. Salah satunya misalnya sumber gamma (cobalt > 80, > ralat dari Pak Sadjuga jadi Cobalt 60) yang tidak di-treat sesuai > prosedur. > > Pak Sadjuga, kami menanti informasi soal pintu di BATAN yg pernah > disampaikan Pak Puput. Apakah sudah ada hasilnya? Katanya kita belajar > transparansi Pak -)
