> satu-nya) ada dua? nafsu manusianya aja yang gak mau kalah (kalau ini ya > dosa), jadi bukan ijtihad lagi. kalaulah benar perbedaan selama ini didasari oleh nafsu memang bukan wilayah ijtihad lagi. tapi siapa bisa menebak isi hati, selain dia sendiri dan Gusti Allah saja.
tsummassalam, OFH
