On 9/15/07, anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   Sungguh menarik analisanya mas Yanuar...apa mas pernah terpikir
> membangun koridor Pasar Modal ke basis perekonomian rakyat. saya
> pernah sampaikan ini ke penggede-penggede Pasar Modal, bahkan dengan
> MU jaman kuliah dulu, tapi jawabannya 'Pasar modal kuwi canggih,
> canggih = cangkemme wong sugih"
>

[yanuar rizky]

he3x.. Sebagian besar hidup saya adalah di dunia pasar modal.. 8 th lebih
saya kerja di BEJ menangani pemeriksaan, investigasi pendahuluan dan analisa
transaksi bursa... Jadi, apa yang disarankan Mas Anton tentu pernah saya
jalankan..

Dan, akhirnya saya keluar, karena saya merasa tidak banyak yang bisa saya
perbuat (di dalam) untuk perekonomian Rakyat melalui instrumenisasi Pasar
Modal...

Ada yang bilang saya anti pasar.. sebenarnya tidak demikian.. karena,
bagaimanapun saya dibesarkan di dunia praktis pasar modal itu sendiri...
yang ada di kepala saya sederhana saja, karena sehari-hari dulu tugas saya
adalah melakukan analisa dan investigasi awal atas tidak pidana transaksi
bursa (UU Pasar Modal pasal 90-93 ttg Manipulasi Pasar dan atau Pasal 95 -
97 ttg Insider Trading), saya justru berpendapat bahwa sistem ekonomi pasar
menuntut peran negara untuk mengatur, mengawasi dan menindak (law
enforcement)...

Dari sisi transaksi, saya pernah mengusulkan adanya sistem bandar terbuka
dengan menerapkan sistem dealer pararel dengan brokerage, apakah itu
memiilih bursa fundamentalis (market spesialis NYSE) dan teknikal (market
maker Nasdaq).. bahkan untuk daya dorong, meski masih didalam saya
menulisnya di Kompas 6 januari 2004 dengan judul "Arsitektur Sistem Pasar
dan Industrialisasi Reksa Dana" (
http://www.elrizky.net/artikel.php?opt=1&id=136) bahkan kala itu Redaksi
Kompas juga menampilkan gambar arsitekturnya + segmentasi investornya.. itu
sebenarnya "penegasan" atas "usul via media" sebelumnya (Bisnis Indonesia,
15 Februari 2004: Dealer system untuk good market governance
http://www.elrizky.net/artikel.php?opt=1&id=84)

Lalu, pelajaran "sakitnya Birokrasi" ya saya rasakan dari aktivitas
pekerjaan juga, yaitu sehebat apapun sistem akan tak ada artinya tanpa
penindakan hukum (itu kenapa lewat tulisan saya menyuarakannya termasuk
bereaksi atas keinginan liar Ketua Bapepam-LK menutup kasus lama seperti
yang diQuote banyak media di hari ultah 30th pasar modal)...

Kalau ditanya apakah saya anti pasar? Saya jawab tidak... yang saya impikan
pasar yang berguna untuk perekonomian rakyat.. bahkan saya usulkan kompromi
dengan over likuiditas dana perbankan di pasar keuangan, dengan menciptakan
instrumen finansial untuk menggerakkan ekonomi rakyat... bahkan ketika saya
(setelah di luar arena stadion :) ) diberi kesempatan oleh Redaksi Kompas
mengisi analisa ekonomi di halaman 1 hari senin (28 Agustus 2006) dengan
judul "Bahasa Finansial Memerlukan Kata Riil"
(http://www.elrizky.net/artikel.php?opt=1&id=176
)...saya memanfaatkannya untuk mengakumulasi apa yang saya maksud dengan
menciptakan instrumen negara (ORI terfokus) yang jelas tujuannya ke
menggerakan sektor riil penyerap tenaga kerja agar meski dana berputar di
bursa tapi di instrumen yang sempat menyentuh sektor riil

Usulan instrumenisasi pasar untuk menggerakan sektor riil tersebut telah
saya kemukakan pula tatkala saya masih berada di dalam arena melalui tulisan
di Kompas 19 April 2003 dengan judul "Investasi Gaya Baru dan Efek Beragun
Aset" (http://www.elrizky.net/artikel.php?opt=1&id=95
<http://www.elrizky.net/artikel.php?opt=1&id=95>
)

Jadi Mas Anton, saya berpikir dan mengusulkan soal peran pasar modal untuk
perekonomian rakyat... didengar atau tidak, saya tak tahu :) .. saya ini
cuman anak muda biasa saja (ada joke seorang kawan dari dalam BEJ yang akan
mau maju di pemilihan Direksi BEJ ramai-ramai dikatakan "anak kemarin
sore"... padahal dia senior saya... So, saya pikir apalagi gue ho3x)
...Jadi, saya memilih untuk berpikir dan menuliskannya saja ...Jadi, bagi
saya di dalam atau di luar arena sami mawon hanya mampu berkontribusi
melalui tulisan... bedanya di luar arena saya lepaskan beban birokrasi
kekekekek :) Apakah itu bawa perubahan paradigma "cangih" yang diutarakan
Mas Anton... saya juga tidak tahu ada atau tidak dampaknya :(


>   Saya masih berkeyakinan akumulasi keuangan bisa didobrak untuk
> mencairkan ke basis-basis ekonomi rakyat. Bukan utopia mas, tapi
> layak dipikirkan bagi generasi muda kita.
>

[yanuar rizky]

Setuju Mas... "Hidup bercermin ke masa lalu, Tapi berjalan di masa Depan" ..
Meski, tak mudah juga, karena sistem akan "memaksa" kelompok muda jadi
reproduksi dari aliran sesat generasi terdahulu yang mungkin sebelumnya
mereka benci :)


>   Tujuan utama terbentuknya Danareksa dulu adalah membangun ruang
> koridor antara pemodal dengan basis ekonomi rakyat kecil, tapi yang
> terjadi kini adalah mainan alat-alat kekuasaan.(Masak Dino yang
> pengetahuannya culun tentang aspek-aspek Pasar Modal bisa jadi
> komisaris?)
>

[yanuar rizky]

He3x... mana ada terobosan underwriting kan? padahal itulah peran pasar
untuk perekonomian... wong jual (divestasi) saham pemerintah aja tidak
pernah mencapai target APBN....


>   Menurut Mas Yanuar semester terakhir ini sektor apa yang menarik,
> bagaimana dengan prospek saham-saham pertambangan?
>

[yanuar rizky]

Kalau bicara fundamental, sektor yang bagus dan stabil kan Telekomunikasi...
Tambang di urutan berikutnya... Tapi, kalau liat teknikal mah liat aja gerak
saham perbankan karena bandarnya ada disitu :)... Kayaknya Mas Anton ini
suka main saham, jadi tahu dong soal skandal saham BUMI di sektor Tambang :)
So, saya juga bilang indikatif Bakrie cari duit lewat permutasi saham-nya
kan :) Jadi, manfaatin putaran uang "bandar" di putaran DPK Perbankan dan
dana Jamsostek... emang enak berkuasa :)



>   Sampai dimana titik balik Pasar Modal Mas? Karena saya masih
> berkeyakinan ada gelombang balik dari dana-dana liar ini yang belum
> sepenuhnya keluar untuk segera keluar dan menghancurkan pasar, apa
> sinyal-sinyal sudah dibangun mirip sinyal Tsunami, Dana itu terpusat
> di Singapore yang dijadikan pangkalan dana asing, sebelum kemudian
> berdiaspora lagi dengan mobilitas tinggi ke negara-negara Emerging
> Forces, Saya pikir turning point Indeks kita yang dahsyat menunggu
> hancurnya bubble raksasa pasar modal Cina yang siklusnya akan mirip
> Pagebluk Pasar Modal Indonesia awal 1990-an pada peristiwa Lippo.
>

[yanuar rizky]

Kalau kata saya, perangkap off-side sudah disusun... Intervensi Moneter yang
ditikam lewat Arbitrase Saham dan Kurs.. semakin lama akan semakin memancing
putaran keuntungan Bank lewat treasury remang-remang... Saya rasa BI akan
semakin terjebak untuk intervensi demi stabilitas sistem keuangan (ingat
kasus Bank Global 2005 over shooting diikuti pihak yang fraud telat mundur
ke belakang terjebak off-side)... Kalau terus begini, seberapa kuat kan dana
OPT? Jadi, ukurannya itu Mas...

Thanks komentarnya... semoga memancing gerakan kita bersama untuk mendorong
Indonesia yang Lebih Baik...

Salam Perjuangan,

Yanuar Rizky

mail to: [EMAIL PROTECTED]

on-the-net: http://www.elrizky.net

elrizkyNet>"Dari RT-RW Ke Internet Menuju Pasar Modal"


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke