Betul sekali. Di tengah acara lawakan yg cenderung kasar dan isinya cuma teriakan dan cekikikan, untung ada para pencara Tuhan.Baru dua kali nonton saya sudah senang dgn adanya "Para Pencari Tuhan". Kemasannya sederhana, membumi(gak mengada2), pesan moral dan ajarannya sederhana, ada sisi humor yg tidak dibuat2 tetapi cukup membuat kita tergelak karena ungkapan2 di dalamnya, ditambah aktingnya para pemain cukup bagus. Kalaupun ada bumbu 'cinta', dikemas lugu dan sedikit menggemaskan. Jadi malah romantis manis, karena tidak berlebihan seperti sinetron2 yg kejar tayang itu. Siapa dulu,Bang Dedy Mizwar! Thanks SCTV, paling tidak ada pilihan atau alternatif lebih baik acara2 di jam2 sahur. -ika-
-----Original Message----- From: Maulana Raja Aisyana <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Date: Fri, 21 Sep 2007 12:45:42 +0700 (ICT) Subject: Balasan: [Forum Pembaca KOMPAS] Para Pencari Tuhan > Ya, sepakat. Bagi pengusaha (pemilik TV) mau bulan puasa atau bulan > lainnya, intinya sama meraup keuntungan sebesar-besarnya untuk > kepentingan perusahaannya. Jangan bermimpi mereka menyiarkan agama > atau lainnya. Yang ada hanya profit, profit, dan profit yang dibangun > dengan cara berkolusi dengan para dai selebritis yang juga mendulang > untung di bulan ramadhan. Tapi tetap saja ada tayangan yang tidak > menyuap penonton dengan kuis dan lelucon tak bernilai, tapi mendidik, > ya seperti Para Pencari Tuhan ini. > > salam > > raja
