Bung Anton,
  Itulah fakta-fakta yang harus disampaikan kepada generasi muda seperti Bung 
Stephen dan Bung Martin tentang beda Bung Karno dan Pak Harto. Mudah-mudahan 
mereka mau belajar dan menjadi paham. Khususnya ketika negara , bangsa dan 
tanah air yang amburadul seperti sekarang ini. Manusia Indonesia yang sudah 
terjerat praktisprragmatisme  akan mengatakan bahwa :"nampaknya hidup lebih 
baik dibawah pemerintahan Orde Baru Pak Harto!" Saya dan Bung Anton akan 
mengatakan itu adalah kesimpulan yang absurd dan konyol! Tetapi kita harus tahu 
bahwa puluhan juta orang "sharing" that same "wrong" perception. Memang mereka 
dapat kita pilah menjadi dua kelompok. Sebagian besar karena memang tidak tahu 
dan tidak mengerti karena kurang informasi dan bagian yang lain adalah 
"kumpulan kroni Orde Baru". Dari yang kelas kakap sampai yang kelas teri. 
Mereka membela Suharto karena telah ikut mendapatkan harta dan tahta (mungkin 
juga wanita) di dunia dengan mengabdi kepada Orde Baru. Apa yang terjadi
 kepada Indonesia masa kini dan masa depan mereka tidak peduli. Yang penting 
mereka sudah dapat menyelamatkan diri dan keluarga masing-masing. Nah keelompok 
yang kedua ini yang oleh Gregorius Aditjondro sudah mulai menyusun kembali 
barisan Orde Baru dan akan berkiprah kembali dengan "kode sandi" menurut GA " 
SUHARTO INC STRIKES BACK! Yaah, siap siap saja. Selamat berjuang. Tjuk Kasturi 
Sukiadi

anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Bung Stephen menulis...

Tanpa Suharto Jalanan nggak mulus?

Ya...Ya benar tanpa Suharto

1. 500.000 jiwa sampai 3 juta jiwa nggak bakal mati sia-sia dan 
mewariskan ketakutan, perpecahan anak bangsa serta sikap saling 
curiga.
2. Kita ndak mungkin punya utang dengan IMF yang harus dibayar anak 
cucu
3. Republik Indonesia tidak bakal mewarisi mentalitas bejat sistem 
korup yang luar biasa.
4. Tidak ada pengangkangan asset-asset nasional oleh asing
5. Tidak berkeliarannya sistem Kapitalis Kroni yang membawa 
bangkrutnya bangsa ini....
6. Kita tidak mewarisi sistem politik yang hancur lebur
7. Tidak ada pengelabuan tujuan-tujuan besar bangsa
8. Kita masih bangsa yang bermartabat
9. Indonesia melahirkan generasi muda yang pemberani dan tidak a-
politis serta peduli dengan kondisi sosial bangsanya.
10.Tidak ada hutan-hutan yang hancur dan lenyapnya dana reboisasi

Juga seluruh kehancuran akumulasi dari kekuasaan Neo Fasisme Orde 
Baru...Itu akan terhindarkan kalo Suharto nggak ada di muka bumi dan 
menjadi mahluk sejarah.....

Jadi Bung Stephen, jangan lihat hanya jalan mulus dan beras 
murah...oooh kalau itu sadja argumennya Negara Hindia Belanda jauh 
lebih jago kita punya visi sebagai bangsa : MERDEKA dan makna 
kemerdekaan itu adalah bukan hanya mensejahterakan tetapi membangun 
karakterisasi bangsa. Coba banyak baca referensi sejarah dan 
dinamika politik Indonesia baik-baik serta renungkan kehidupan 
sosial disekitar anda.

Kalau cuman jalanan halus-pun, Daendels bisa tuh buat Anyer 
Panarukan malah lebih awet ketimbang jalan tol yang semangkin 
semrawut...

ANTON

Kirim email ke