http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0710/02/humaniora/3887824.htm ===================
Bandung, Kompas - Upaya menyebarluaskan seni tradisi angklung di pentas dunia kembali harus ditunda. Hal itu terjadi akibat pembatalan misi budaya Indonesia yang akan diselenggarakan dalam "Malam Indonesia" di Forum UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB) di Paris, yang semula dijadwalkan pertengahan Oktober 2007. Udjo Taufik Hidayat dari Saung Angklung Udjo yang akan menjadi salah satu pengisi acara tersebut, Senin (1/10), mengaku kecewa setelah mengetahui pembatalan acara itu. Taufik mengaku sudah menanyakan alasan pembatalan acara itu kepada Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Ternyata, penyebabnya karena Presiden Indonesia tidak jadi hadir di Sidang UNESCO tersebut. Akibatnya, sembilan acara lainnya dianggap satu paket dan ikut dibatalkan. "Tapi, saya tak ingin menyalahkan siapa pun. Apalagi selama ini Presiden Yudhoyono dan Ibu Ani sangat perhatian dan bersemangat menghadiri acara tersebut. Bahkan, Ibu Ani minta agar kami menggoreskan Angklung is Indonesia pada angklung yang akan dibawa ke UNESCO," katanya. Akan tetapi, Taufik juga mengakui dirinya menyesalkan pembatalan tersebut. Sebab, dengan pembatalan tersebut usaha untuk memperkenalkan karya budaya bangsa ini harus diulang lagi dari nol. Meski demikian, ia menyatakan tidak akan mengendurkan semangat untuk tetap menampilkan angklung di dunia, baik dalam forum UNESCO maupun kesempatan lainnya. (ynt)
