Kelihatan sekali bahwa kedua kebijakan tersebut dibuat tanpa otak sama sekali, 
buktinya :
   
  1. Sampai sekarang banyak motor yang cuek saja berjalan tanpa lampu termasuk 
di jalan protokol
  2. Ketika masih diterapkan, jalur motorway tidak efektif, banyak motor yang 
tidak masuk jalur khusus. Mungkin tidak semuanya bermaksud melanggar peraturan, 
tapi memang jalurnya tidak logis, sudah sempit, bergabung dengan bus dan metro 
mini, mobil pribadi, belokan ke kiri, dan lain-lain. Tidak bisa ditindak karena 
yang melanggar banyak sekali dan secara realitas hal tersebut bisa dimaklumi 
juga karena seluruh motor tidak muat masuk motorway apalagi bergabung dengan 
metromini, bus, dan lain-lain
  3. Akhirnya sekarang jalur motorway tidak ada lagi. Pelanggaran tidak 
menyalakan lampu juga tidak pernah saya lihat ditindak. Logikanya juga untuk 
apa menyalakan lampu di siang hari di jalan searah ?
  4. Pembangunan busway....coba tanya Sutiyoso atau Fauzi Bowo, apakah dampak 
kemacetan yang seperti ini sudah diperkirakan sebelumnya?
  5. Persinggungan busway dengan jalur umum seperti putaran balik dan 
sebagainya padahal yang namanya jalur khusus itu tidak boleh bersinggungan. 
Lihat saja sudah berapa banyak korban khususnya yang tidak melewati suatu jalan 
setiap hari. Pasti bingung saat mau berputar sementara pengemudi busway merasa 
jalur khusus sudah merupakan haknya sehingga terbiasa ngebut
  6. Lihat saja jalan Ahmad Yani by pass. Jalan sekecil itu masih sudah sangat 
padat diambil oleh busway setengahnya, begitu juga jalan-jalan lain seperti 
Daan Mogot, Panjang, Gatsu, Haryono, dll
  7. Berapa target penumpang busway? Berapa yang berasal dari bus reguler, 
patas ac, metro mini, motor, mobil pribadi yang beralih...Kan dari sini bisa 
dilihat proyeksi penurunan jumlah kendaraan bermotor yang mengkompensasi 
pemakaian jalan menjadi jalur busway
  8. Jumlah bus dan halte...apakah jumlah bus sudah memadai untuk jumlah 
penumpang yang ditargetkan? Halte sekecil itu muatnya berapa orang? Kalau bus 
datangnya lama bagaimana penumpukan orang, apakah sudah dibayangkan? Bagaimana 
pula dengan halte transit? Apakah mungkin halte sebesar dukuh, harmoni, dan 
monas disesaki penumpang yang mau transit ? ? ?
  9. Bagaimana dengan penumpang yang rumah dan kantornya tidak dilewati busway, 
apakah naik busway menjadi lebih ekonomis sehingga mereka mau beralih moda 
transportasi. Contoh : rumah saya di Cibubur kantor di SCBD. Kalau mau naik 
busway saya harus naik ojek keluar komplek perumahan atau sekalian sampai 
Cibubur Junction, terus sambung ke UKI, naik busway sampai Polda (asumsi 
koridornya sudah jadi) terus naik ojek lagi ke kantor, berapa ongkosnya pulang 
pergi? Belum lagi keamanan dari copet dan kenyamanannya berganti-ganti 
kendaraan.
  10. Kalau memang pake otak bikin kebijakan tentunya kondisi seperti ini sudah 
diprediksi (atau mungkin juga sudah tahu dan direncanakan tapi saya yang 
bodoh). Bahwa jakarta akan macet total tentunya sudah tahu (bukankah sekarang 
ahlinya sedang memimpin?)
  Mestinya dibuat studi kelayakan, kemudian diujicoba dengan separator yang 
tidak permanen seperti kerucut merah bertali, atau beton yang bisa diangkat 
itu...Kalau dampaknya terlihat tidak bagus atau antara manfaat dan mudharat 
sangat tidak seimbang ya tidak diteruskan.
  11. Sekarang bagaimana hasilnya? Jakarta macet 24 jam 7 hari seminggu. Jika 
sebelum ada jalur busway jakarta hanya macet di jam-jam sibuk hari kerja tapi 
sekarang setiap saat termasuk di hari libur. Berapa kerugian ekonomi? Kerusakan 
mental karena letih dan capek? Sopir saya saja yang tidak mengejar setoran 
sering stress...apalagi sopir metromini yang mengejar setoran di metromini yang 
panas sementara jumlah rit terus berkurang. Bagaimana pengaruh masalah psikis 
ini di rumah dalam hubungan dengan istri/suami dan anak? Apakah dampak ini 
sudah dipikirkan Pak Kumis. 
   
   
   

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke