Dari surat pembaca Kompas, mungkin dari NAFED mau menanggapi?

Salam,
AH
=====================


Oleh Sapto Widodo 
Jalan Tarian Raya Barat Blok S, Kelapa Gading, Jakarta 
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/09/opini/3977516.htm


Ajang pameran internasional yang dulu dikenal sebagai Pameran Produk
Ekspor, sekarang bernama Trade Expo Indonesia, berakhir pada 27
Oktober 2007. Penyelenggaranya adalah Badan Pengembangan Ekspor
Nasional. Namun, disayangkan Trade Expo Indonesia yang rencananya
berlangsung lima hari, dari 23 sampai 27 Oktober 2007, ternyata hanya
berlangsung efektif empat hari.

Pada resume technical meeting poin 8 memang sudah disebutkan bahwa
karena padatnya jadwal pameran di arena Pekan Raya Jakarta, peserta
diperbolehkan mengeluarkan barang pada tanggal 27 Oktober pukul 13.00
WIB. Namun, pada 25 Oktober muncul surat edaran yang menyatakan bahwa
27 Oktober pukul 13.00 WIB adalah jadwal pembongkaran tenda, AC, dan
listrik. Sebagai peserta pameran, terutama yang menempati hall F
(tenda), saya tidak habis pikir. Dengan demikian, praktis pada 27
Oktober 2007 hanya sebagai hari untuk berkemas.

Padahal sebagai peserta pameran, saya tentu berhak menantikan masih
akan adanya peluang pesanan pada menit-menit terakhir. Kenyataannya
memang saya masih ada janji dengan beberapa pembeli yang akan
mengunjungi stan untuk permintaan quotation, konfirmasi pesanan, atau
bahkan memberi uang muka pada tanggal 27 Oktober 2007. Namun, pembeli
dan kami sendiri sudah merasa tidak nyaman karena aktivitas bongkar
tenda sudah berlangsung dan tentu saja tanpa AC.

Surat edaran revisi susulan yang menyatakan bahwa pameran akan selesai
pukul 13.00 WIB dan pengeluaran barang dapat dilakukan sesudahnya sama
saja bohong. Bertemu pelanggan memang bisa di hotel atau kafe, tapi
apa nilai lebih Trade Expo Indonesia (TEI) dibandingkan dengan
international expo lain di luar negeri? Hal tersebut menunjukkan
ketidakseriusan kita dalam menangani pameran internasional milik
sendiri. Komitmen untuk menjadikan TEI sebagai aktualisasi negeri dan
momen awal melayani pasar global ternyata masih sebatas slogan. 

Kirim email ke