Bicara busway, mestinya dalam konteks sistem transportasi perkotaan,..
jadi yang dipertentangkan adalah public transport vs private transport.
jangan konsep orang kaya vs orang miskin, atau orang gak punya kendaraan vs 
orang punya kedaraan, 

konsep dalam sistem transportasi perkotaan yang tidak sesat dan surgawi menuju 
surga itu adalah:
MENDAHULUKAN dan MEMPRIORITASKAN PUBLIC TRANSPORT..... 

Busway adalah model yang paling sederhana dalam upaya pemrioritasan PUBLIC 
TRANSPORT itu.... 

Jadi saya mendukung orang untuk masuk surga,......  walaupun harus melewati 
neraka sementara ini,.. tapi ujungnya adalah surga.
Dan busway butuh improvement, memang. Dan bukan penolakan. 

Membiarkan sistem private transportation mendominasi sistem transportasi 
perkotaan secara menyeluruh, adalah sesat...menuju neraka yang tak kalah 
jahanamnya dari kemacetan yang disebabkan oleh busway,.... 
karena seolah membiarkan seekor kodok menikmati hangatnya air kuali di atas 
kompor, dan gak tau bahwa dirinya sedang terrebus,.... menuju neraka ...... 

 
B. Dwiagus Stepantoro   
Jakarta, INDONESIA
http://bdwiagus.blogspot.com 
Just be open,... who knows lightning will strike!!



----- Original Message ----
From: sohibmachmud <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, November 9, 2007 5:04:45 AM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Busway: "Tambalan Ban" Yang Menyimpan Resiko

minta dukungan itu bukan hanya pakai loudspeaker yg keras.
minta dukungan busway pada saat ini : tunjukkan mengapa busway yg 
minta didukung itu menjadi neraka buat orang lain. 
kalau busway itu surga, semua orang akan mendukung. 

lho sekeras apa minta dukungan, mana ada orang mendukung neraka. 
minta dukungan ke neraka itu bukan lagi srimulat itu sudah ajaran 
sesat. ajaran sesat itu di larang. 

kecapean menulis mengenai busway lebih capek dari capek yg 
disebabkan macet oleh busway.

sohib

Kirim email ke