Untuk wartawan yang sering meliput konflik, jadi sekarang nggak perlu beli 
rompi anti-peluru dari luar negeri. Beli saja buatan dalam negeri yang pasti 
lebih murah... 
Tentunya, harus percaya dengan kualitas produk nasional...he...he....
 
Satrio Arismunandar 
Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
"If you know how to die, you know how to live..."



----- Original Message ----
From: Sandy Dwiyono [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, November 17, 2007 6:37:14 PM
Subject: [ppiindia] DEPHAN BERHASIL UJICOBA ROMPI TAHAN PELURU LEVEL IV

http://www.dephan. go.id/modules. php?name= News&file= article&sid= 8105

*DEPHAN BERHASIL UJICOBA ROMPI TAHAN PELURU LEVEL IV *

Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertahanan (Balitbang
Dephan) berhasil melakukan ujicoba rompi tahan peluru level IV dan level
IIIA.

Ujicoba dilaksanakan di lapangan uji tembak *Dinas Litbang Angkatan Darat
Batujajar Bandung*, Rabu, yang disaksikan Kepala Litbang Dephan Prof Lilik
Hendrajaya.

Rompi tahan peluru tersebut merupakan hasil pengembangan bersama antara
Pusat Penelitian dan Pengembangan Iptek Pertahanan Balitbang Dephan dengan
Balai Besar Keramik Bandung dalam pembuatan pelat tahan peluru serta bekerja
sama dengan CV Fajar Indah untuk pembuatan baju rompi tahan peluru level
IIIA.

Dalam uji coba penembakan rompi level IV, dipergunakan jenis senjata SS-V1
dengan peluru 4TJ dan M16 dengan peluru 5TJ dengan jarak 25 meter.

Sedangkan uji coba penembakan rompi tahan peluru level IIIA digunakan pistol
jenis FN dengan jarak 5 meter dan 6 Meter.

Uji coba juga dilakukan dalam kondisi basah yang telah memenuhi persyaratan
taktis yaitu tahan terhadap tembakan senapan laras panjang kaliber 5,56
milimeter serta tahan tusukan dan bacokan.

"Dengan keberhasilan uji coba rompi tahan peluru tersebut, diharapkan TNI
dapat mengurangi ketergantungan dalam hal pengadaan barang sejenis dari
negara luar dan mampu mendorong pertumbuhan produksi strategis," kata Kepala
Litbang Dephan Prof Lilik Hendrajaya.

Ia mengatakan penelitian dan pembuatan rompi tahan peluru ini bertujuan pula
memenuhi tuntutan kebutuhan pertahanan dalam menghadapi era globalisasi
yakni meningkatkan fasilitas penunjang perlengkapan TNI.

Selain itu, penelitian dalam pembuatan rompi tahan peluru ini, juga
dimaksudkan untuk membuat prototipe rompi tahan peluru level IV yang
memenuhi syarat-syarat tipe dan standar ergonomis TNI untuk kepentingan
pertahanan negara.

Harga masing-masing rompi tersebut yaitu 350 dolar Amerika untuk rompi level
IIIA dan 510 dolar Amerika untuk rompi level IV, sedangkan untuk platnya
dijual dengan harga 160 dolar Amerika.

Hadir pada uji coba tersebut, Iptekhan Dephan Marsekal Pertama Eddy Priyono,
Para kepala dinas Litbang TNI masing-masing angkatan, Mabes TNI, BUMN
Strategis (BUMNIS) seperti PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia.

Sumber : Antara

[Non-text portions of this message have been removed]





      
____________________________________________________________________________________
Get easy, one-click access to your favorites. 
Make Yahoo! your homepage.
http://www.yahoo.com/r/hs 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke