Kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah, dikuatirkan akan menjadi 
sebuah "kutukan". Indikasi tersebut sudah mulai telihat dengan 
munculnya kantong-kantong kemiskinan di daerah penghasil migas dan 
pertambangan. Kerusakan lingkungan dan pelanggaran HAM juga tak bisa 
dihindari. Untuk menghindari fenomena "kutukan sumber daya", semua 
stakeholder di sektor ini perlu menyatukan persepsi dan sikap demi 
perubahan pengelolaan industri ekstraktif ini.

Buku Escaping The Resource Curse (terjemahan)-- "Berkelit Dari 
Kutukan Sumberdaya Alam", yang baru saja diterbitkan, adalah satu 
upaya untuk mendorong wacana pentingnya transparansi di sektor 
ekstraktif. Disini peran negara dan swasta dianggap sangat penting 
untuk mewujudkan pengelolaan pendapatan dari industri ini,  dengan 
mengedepankan kesejahteraan rakyat. Demi tersebarnya gagasan 
tersebut, Transparency International (TI) Indonesia bekerjasama 
dengan Publish What You Pay Indonesia bermaksud mendiskusikan  buku 
tersebut pada:

Hari/Tanggal: Senin, 26 November 2007
Waktu           : Pukul 12.30 -15.30 WIB (diawali makan siang)
Tempat  : Ruang Topaz Room, Hotel Nikko
                  Jl. Moh. Thamrin No. 59 Jakarta Pusat
Agenda  : Bedah Buku
Pembicara       : - Dr. Faisal Basri, pengamat ekonomi
              - Felia Salim, Dewan Pengurus TI Indonesia

Demikian undangan dari kami, atas kedatangannya dalam acara tersebut, 
kami ucapkan terimakasih.


 
Rezki S. Wibowo
Deputi Sekjen TI Indonesia

Kontak person: Fadjar Pratikto 021-71013688


Kirim email ke