"Creasionism" dalam Bahasa Indonesia umumnya ditulis: "Kreasionisme" atau Teori Penciptaan. Istilah lain dari Creationism yang setara adalah ID (Intelligent Design).
Lawannya adalah Evolusionism atau Darwinism Di AS ada Museum Kreasionisme. Berikut artikelnya: "Intelligent Design? Kreasionisme? Waduh, maaf, saya lagi sibuk nih, tak punya waktu untuk mengurusi hal yang nonsens seperti itu. Masih banyak pekerjaan di lab dan komputer yang musti saya selesaikan. Saya juga punya karier. Lagipula, ID dan aliran penciptaan toh akan lenyap dengan sendirinya." Itulah kira-kira jawaban tipikal dari para ilmuwan di Amerika Serikat kalau ditanya soal keberadaan ID (singkatan dari "Intelligent Design") beberapa tahun lalu. Dulu, mereka memang meremehkan dan cenderung mengabaikan bahaya ID karena sibuk dengan pekerjaan dan demi titian kariernya. Kaum kreasionis pun lenggang kangkung dengan menerbitkan beragam publikasi yang dikemas memikat. Beragam situs mereka tebar di internet. Berbagai serangan mereka lancarkan untuk mengantam kubu evolusionis. Mengalir pula berbagai ide baru, seolah mereka tak ada matinya. Pada awal 2005, kaum kreasionis mendirikan sebuah wahana wisata dan hiburan bernama "Museum of Creation". Berlokasi di Kentucky, AS, beragam wahana terpajang seperti Taman Eden lengkap dengan sosok Adam dan Eve, Noah's Ark dengan suara gemuruh air bah dan berbagai jeritan orang 'kelelep', menara Babilon, planetarium yang memajang Tuhan menciptakan Bumi dalam enam hari, dan masih banyak yang lainnya. Tiap pengunjung dikutip tiket masuk seharga 10 dolar AS. Tak mau ada klaim dan pemikiran para ilmuwan bahwa sudah ada makhluk hidup sebelum Adam dan Hawa diciptakan Tuhan, maka berbagai macam model dinosaurus dalam ukuran yang sebenarnya pun dipajang di museum itu. Makhluk berukuran raksasa yang dirancang mantan karyawan Universal Studios ini lalu dijejer dengan patung Adam dan Eve. Lalu diberi keterangan bahwa dinosaurus diciptakan pada tahun 6,000 Sebelum Masehi - tepat dengan perkiraan tahun dimana Tuhan menciptakan Adam dan Hawa. Padahal menurut para ilmuwan, berdasar hasil penelitian dari temuan fosil, makhluk berjuluk dinosaurus tersebut sudah berkeliaran di Bumi sejak 220 juta tahun lalu, kemudian punah sekira 63 juta tahun lampau. Sebagaimana kita tahu, isi Alkitab sama sekali tak menyebut-nyebut tentang keberadaan makhluk dinosaurus yang pernah merajalela di Bumi. Bahkan sebelum abad 18 Masehi, tak ada orang tahu bahwa dinosaurus pernah hidup di bumi. Beberapa orang menemukan tulang atau gigi dinosaurus, tetapi tidak mengetahui itu apa. Baru pada 1822, Mary Ann Mantell - isteri dokter Gideon Mantell di Inggris - menemukan fosil tulang belulang, lalu diteliti secara seksama dan disimpulkan bahwa tulang belulang tersebut berasal dari hewan yang pernah hidup jutaan tahun lampau. Pembangunan museum yang digagas oleh Ken Ham dari organisasi 'Answer in Genesis' ini diperkirakan menelan biaya sekira 25 juta dollar AS. Menurut perusahaan riset pemasaran yang dikontrak oleh Museum of Creation, museum tersebut diprediksi akan dijejali sekira 300,000 pengunjung pada tahun pertama beroperasi. Mereka optimistis angka tersebut dapat tercapai, mengingat begitu besarnya minat masyarakat terhadap film Jurassic Park yang pernah dirilis Hollywood. Tak cuma itu, kaum kreasionis juga rajin melobi tokoh-tokoh agama, para politisi dan senator. Tujuannya tentu saja untuk mengubah sistem pendidikan di beberapa negara bagian, agar pada materi-materi pelajaran diisi dengan teori penciptaan esuai dengan yang mereka inginkan. Sebagian langkah mereka berhasil engan menyalahgunakan sistem demokrasi dan celah-celah sistem hukum AS. amun mereka baru menggaet tingkat sekolah menengah, belum bisa menembus perguruan tinggi. Tak heran, beragam kampanye pencitraan pun terus mereka gelar. Tugas itu dibebankan kepada Creative Response Concepts, sebuah perusahaan konsultan kehumasan. Ternyata teori evolusi cuma langkah awal yang diserang kaum kreasionis. Menyusul berikutnya, mereka akan mengobok-obok seluruh cabang ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat. Artikel yang termuat di majalah American Physical Society (APS) edisi Oktober 2005 menyiratkan bahwa para ilmuwan di AS kini tak tinggal diam atas serangan membabi-buta dari kaum kreasionis yang disokong oleh tokoh-tokoh ternama, termasuk Presiden AS George W. Bush Jr. Maraknya ID di AS memang tak lepas dari dukungan sang presiden. Tak heran kalau Bush beberapa waktu lalu pernah bilang bahwa serangannya ke Irak adalah atas kehendak Tuhan. Hal ini menyiratkan bahwa Bush amat percaya diri sebagai utusan Tuhan untuk menyelamatkan dunia. Bush juga yakin bahwa tindakan brutalnya itu mendapat dukungan kuat dari para tokoh agamawan di AS. Konspirasi antara politikus dan agamawan itu sudah biasa dan pernah terjadi sebelumnya di belahan bumi mana saja. Ingat kawan, sejarah selalu berulang. Syukurlah, belakangan ini kalangan akademisi di AS mulai sadar untuk menangkal serangan kaum kreasionis. Lembaga National Academy of Science (NAS) misalnya, mengeluarkan pernyataan tegas bahwa gejala-gejala ghaib tak mempunyai tempat dalam sains (supernatural phenomena have no place in science), dan sains didefinisikan sebagai pencarian penjelasan untuk gejala-gejala yang bisa diobservasi (science is defines as a search for natural explanations of observable phenomena). Kehadiran kelompok 'psuedo-scientist' yang tergabung dalam berbagai organisasi beraliran kreasionisme jelas membahayakan bagi kemajuan iptek di AS. Tak heran kalau American Physical Society (APS) lalu menyerukan agar seluruh ilmuwan bersatu-padu melawan gerakan kreasionisme. APS adalah organisasi yang anggotanya terdiri dari para fisikawan yang berkiprah di Negeri Paman Sam. Ternyata baru mereka sadari, bahwa bahaya kreasionisme bukan hanya terbatas kepada kemajuan iptek saja, melainkan juga terhadap demokrasi dan sekularisme. Merasa gerakannya kini agak terhambat di AS, kaum kreasionis pun melebarkan sayap ke kawasan Asia yang tahapan ipteknya relatif belum berkembang, seperti Korea Selatan dan Indonesia. Di negeri ini, mereka baru saja mendirikan sebuah lembaga yang disokong penuh oleh institusi kreasionisme berjaringan internasional. Beberapa ilmuwan, pebisnis dan para dosen yang juga aktivis gereja mereka gaet. Apa saja gebrakan yang akan mereka gelar di Indonesia? Kita tunggu saja tanggal mainnya. ----- Original Message ----- From: Yuliati Soebeno To: [email protected] Sent: Tuesday, January 08, 2008 10:19 AM Subject: Re: [Mega Portal Kompas.Com] Re: Lonceng Kematian bagi Creationism-Bung Andi Bung, Saya hanya akan menjawab pertanyaan anda apa bahasa Indonesianya "Creationism" yang artinya tentang orang-orang yang mempercayai bahwa Tuhan telah menciptakan Alam semesta dengan segala isinya, seperti yang dituliskan dalam Bible. Salam, Yuli
