PERNYATAAN SIKAP
  PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA
   
   
  Rasa Keadilan Rakyat harus didahulukan !!!
  Tolak isu deponering kasus Soeharto !!!
  Usut tuntas kasus Soeharto !!!
   
   
  Salam rakyat pekerja,
   
  Sudah 13 hari Soeharto menjalani perawatan di RSPP karena mengalami gangguan 
kesehatan yang sangat serius. Karena hal inilah, berdasarkan alasan 
kemanusiaan, banyak kalangan dari pejabat publik, mantan pejabat Orde Baru dan 
tokoh-tokoh politik yang menginginkan agar Soeharto sebagai Presiden RI pada 
masa Orde Baru dimaafkan dosa-dosanya. Artinya mereka meminta agar kasus-kasus 
yang terjadi pada masa Orde Baru, baik kasus pelanggaran HAM maupun kasus 
korupsi yang selama dituduhkan kepadanya segera dimaafkan oleh rakyat 
Indonesia, khususnya pemerintah.
   
  Hal ini tentu saja segera menjadi polemik di masyarakat, karena sebagaian 
masyarakat, khususnya dari korban dan keluarga korban pelanggaran HAM 
menginginkan agar kasus pelanggaran HAM yang mereka alami tetap dijalankan 
proses pengunkapannya. Hal ini tentu saja dengan argumentasi agar pelaku-pelaku 
pelanggaran HAM, bukan hanya Soeharto, dapat juga diadili dan meminta 
pertanggungjawaban mereka sebagai pelaku.
   
  Selain kasus pelanggaran HAM, desakan agar kasus korupsi Soeharto diusut 
dengan tuntas pun segera merebak. Karena jika dimaafkan, maka kasus-kasus 
korupsi yang telah menyebabkan Negara Indonesia menderita kerugian yang sangat 
besar tidak akan dapat diproses. Dengan begitu pula, kasus-kasus korupsi yang 
berhubungan dengan kasus korupsi Soeharto, walaupun dilakukan oleh kroninya, 
akan sangat sulit dibuktikan di pengadilan.
   
  Saat ini, mantan pejabat Orde Baru dan kroni Soeharto, berusaha memunculkan 
citra bahwa di masa kepemimpinan Soeharto merupakan masa-masa yang sangat indah 
dan tidak memiliki konflik sama sekali. Namun yang seharusnya jangan dilupakan 
adalah dengan praktek politik otoriterian Soeharto lah, maka terjadi kondisi 
kesenjangan-kesenjangan yang dialami saat ini. Kesejangan ekonomi dan sosial 
bahkan politik merupakan warisan dari masa kepemimpinan Orde Baru yang 
dinakhodai oleh Soeharto. Hal inilah yang ingin dihilangkan oleh para mantan 
pejabat dan kroni Soeharto dengan giat berpropaganda agar masyarakat Indonesia 
segera memaafkan dan melupakan dosa-dosa Soeharto.
   
  Dengan dimaafkannya kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Soeharto, maka 
ini juga merupakan upaya sistematis agar masyarakat melupakan sejarah kelam dan 
memanipulasi sejarah Indonesia. Hal ini sebenarnya sudah dapat terlihat dengan 
terbentuknya opini dari masyarakat tentang sejarah-sejarah pelanggaran HAM, 
baik dari kasus 1965 sampai kasus 1998 yang menyatakan bahwa Soeharto merupakan 
pahlawan dan memang sudah seharusnyalah masyarakat yang menderita kerugian dari 
pelanggaran HAM tersebut mendapatkan ganjarannya. Artinya korban pelanggaran 
HAM, bukan hanya menjadi korban dari peristiwa pelanggaran HAM, namun mereka 
juga menjadi korban dari diskriminasi dari masyarakat yang dibentuk oleh 
pemerintahan Orde Baru.
   
  Jika kata pengampunan atau pemaafan muncul dari kalangan mantan pejabat Orde 
Baru dan para kroninya, maka sebelum diampuni atau dimaafkan, seharunsya 
pemerintah terlebih dahulu menyatakan bahwa Soeharto memang bertanggungjawab 
terhadap kasus-kasus yang terjadi pada masa Orde Baru. Kemudian seharusnya juga 
dilakukan rehabilitasi dan pembersihan nama-nama korban pelanggaran HAM 
sehingga mereka dapat terlepas dari diskriminasi oleh masyarakat. 
   
  Yang lebih aneh lagi sebenarnya adalah para mantan pejabat Orde Baru dan 
kroninya, yang kita tahu bahwa mereka juga merupakan pelaku, beramai-ramai 
menyatakan seolah-olah hanya Soeharto lah yang bertanggungjawab terhadap 
kasus-kasus yang terjadi di masa lalu. Ini juga merupakan upaya sistematis dari 
para kroni Soeharto untuk mencuci tangan mereka dan menyatakan bahwa mereka 
tidak terlibat pada kasus-kasus pelanggaran HAM dan korupsi di masa lalu. 
   
  Dengan fenomena saat ini, yang beberapa mantan pejabat Orde Baru, kroni 
Soeharto dan pejabat pemerintahan saat ini menyatakan bahwa Soeharto harus 
dimaafkan, menunjukkan bahwa kekuatan mereka masih sangat besar. Bahkan 
beberapa pelaku yang dahulunya merupakan pejabat Orde Baru telah bergabung 
dengan partai-partai politik yang saat ini memiliki sangat besar. Kekuatan 
elemen Orde Baru telah merubah bentuknya menjadi sesuatu yang lebih bisa 
diterima oleh masyarakat, dan berhasil mempengaruhi sebagian masyarakat. 
Artinya kita juga harus mulai waspada terhadap kepentingan-kepentingan partai 
politik yang saat ini telah bergandengan erat dengan para pelaku pelanggar HAM 
dan korupsi, karena jelas hal ini akan merusak demokrasi di Indonesia.
   
  Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) menyatakan sikap:
  
   Tolak      isu untuk men-deponering kasus Soeharto karena hal itu akan 
melukai rasa      keadilan rakyat Indonesia. Pemerintah Indonesia harus tetap 
memproses      kasus-kasus yang pernah terjadi pada masa lalu sehingga 
kebenaran sejarah      di masa lalu dapat kita dapatkan.
   Pemerintah      Indonesia harus segera meluruskan sejarah Indonesia yang 
berkembang saat      ini di masyarakat, karena jelas pelencengan terhadap 
sejarah Indonesia      merupakan bentuk kebohongan publik yang dilakukan oleh 
Negara.
   Pemerintah      Indonesia harus tetap mengusut kasus-kasus pelanggaran HAM 
dan korupsi      yang dilakukan oleh para pelaku di masa Orde Baru, baik yang 
dilakukan      oleh Soeharto maupun para kroninya.
   Dengan      diusutnya kasus-kasus pelanggaran HAM dan korupsi yang dilakukan 
oleh      Soeharto dan kroninya, merupakan pembelajaran demokrasi bagi rakyat   
   Indonesia bahwa hukum dan demokrasi tetap harus dijalankan di Negara      
Indonesia.
   
   
   
  12 Januari 2008
  Komite Pusat Perhimpunan Rakyat Pekerja
   
   
   
  Sekretaris Jenderal
   
   
   
      Irwansyah
  

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja

JL Gading 9 No 12
Pisangan Lama, Jakarta Timur

Phone: (021) 93094075
Email: [EMAIL PROTECTED] / [EMAIL PROTECTED]
Blogsite: rakyatpekerja.blogspot.com
Website: www.prp-indonesia.org
       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke