Turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada almarhumah dan yang  
sanak saudara yg ditinggalkan tetap tabah. 

Td malam saya pun liat tayangannya di salah satu stasiun TV. Dan 
sebagai sharing aja, besar kemungkinan almarhumah terkena hypo 
(hypothermia). 

Dalam kondisi lelah dan lapar, suhu dingin ditambah hujaman angin 
memang bisa secepatnya menurunkan suhu tubuh, bahkan dalam hitungan 
detik bisa menjadi kematian! Untuk itu, satu keping biskuit dan 
seteguk teh hangat saja sebetulnya bisa menjadi "penyelamat", 
khususya ketika terasa perut mulai lapar dan sekadar untuk 
mempertahankan suhu (kalori) di dalam tubuh.... Maklum, dinginnya 
alam memang tidak akan pernah berkompromi...

Semoga bisa menjadi pelajaran, dan semoga menjadi bekal manfaat bagi 
pendakian selanjutnya (bagi yag masih suka naik Gunung tentunya)! 

Latief  

--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.kompas.co.id/kompascetak/read.php?
cnt=.kompascetak.xml.2008.02.13.02235860&channel=2&mn=9&idx=9
> 
> Solo, Kompas - Yenny Siregar (20), mahasiswa Fakultas Kehutanan
> Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, meninggal seusai mengikuti
> pendidikan dasar Gladian XXIII Alap-alap. Aktivitas ini diikuti
> sebagai syarat bergabung dengan kelompok Mahasiswa Pencinta Alam
> Silvagama Fakultas Kehutanan UGM.
> 
> Yenny meninggal hari Senin (11/2) pukul 23.30 WIB di Dusun Ngledok,
> Desa Gondosuli, Tawangmangu, Jawa Tengah. Ia diduga kelelahan dan
> kedinginan setelah mengikuti kegiatan yang dimulai 4 Februari lalu.
> 
> Hasil visum tim Laboratorium Forensik Universitas Sebelas Maret 
Solo
> menunjukkan, pada jenazah ditemukan bekas luka lecet dan memar di
> bagian tangan dan kaki. Sementara itu, laporan polisi di Kepolisian
> Sektor (Polsek) Tawangmangu menyebutkan, menurut hasil pemeriksaan
> dokter Puskesmas Tawangmangu, tidak ditemukan bekas penganiayaan 
pada
> Yenny.
> 
> Staf Fakultas Kehutanan UGM, Urip, mengatakan, sebelum meninggal 
Yenny
> mengeluh sakit perut. Senin sore, katanya, Yenny masih ikut 
kegiatan
> pendidikan dasar (diksar) di Hutan Mranten, Tlogo Dlingo, 
Tawangmangu,
> Karanganyar, bersama sekitar 20 temannya. Tak lama ia menggigil
> kedinginan, lalu dibawa ke rumah Ketua RT 04 RW 02 Dusun Ngledok, 
Desa
> Gondosuli, Tawangmangu.
> 
> Ia lalu istirahat dan tidur. Pukul 23.00 Yenny bangun untuk buang 
air
> kecil dengan dipapah temannya. Setelah itu, dia pingsan. Seorang 
bidan
> dipanggil untuk memeriksa kesehatannya. Pukul 23.30 Yenny 
mengembuskan
> napas terakhir. (eki)
>


Kirim email ke