Siapa bilang diskriminasi sudah tidak ada? hapuskan SKBRI, baru boleh klaim tidak ada diskriminasi, masa bikin passport masih dimintain SKBRI? oknum? oknum mana? oknum dari hongkong ? Imigrasi segitu besarnya masa engga tau kalo SKBRI engga perlu lagi, bener2 hil yg mustahal.
-- Regards William T. Gunawan 2008/2/13 Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>: > > http://www.kompas.co.id/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.02.13.01571482&channel=2&mn=12&idx=12 > > Jakarta, Kompas - Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia atau > Matakin mengakui, secara berangsur-angsur sejak reformasi hingga saat > ini tidak ada lagi diskriminasi terhadap etnis Tionghoa dan pemeluk > agama Khonghucu di Indonesia. Kalau masih ada satu-dua kasus yang > mengemuka, penyebabnya bukan karena tindakan diskriminatif, tetapi > hanya ulah oknum dan masalah teknis semata. > > "Pemulihan hak-hak sipil untuk pemeluk Khonghucu sudah dilakukan. > Masalah pernikahan sudah selesai, kartu tanda penduduk tidak masalah, > dan pendidikan menunggu masalah kurikulum saja," ujar Ketua Umum > Matakin Budi Santoso Tanuwibowo seusai diterima Presiden Susilo > Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, > Jakarta, Selasa (12/2). > > Tahun Baru Imlek > > Matakin datang ke Kantor Presiden untuk mengundang Presiden Susilo > Bambang Yudhoyono hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang akan > digelar di Balai Sidang Jakarta, Minggu, 17 Februari 2007. > > Menurut Budi, Presiden Yudhoyono akan menghadiri perayaan Imlek yang > sudah sembilan kali berturut-turut dilakukan secara nasional. > > "Presiden semasa masih menteri selalu menyempatkan hadir, dan perayaan > kali ini pun Presiden sudah menyatakan akan hadir," ujarnya. > > Perayaan Imlek akan mengangkat tema rakyat sebagai pokok dan tokoh > kokoh negara. "Di samping pemerintah wajib memberdayakan rakyat, > rakyat juga harus timbul kesadaran untuk bangkit. Dengan begitu, dalam > waktu tidak terlalu lama kita berharap menjadi masyarakat madani, > masyarakat yang punya kemampuan dan tanggung jawab seperti itu," ujarnya. > > Seusai pertemuan, Presiden Yudhoyono didampingi Sekretaris Kabinet > Sudi Silalahi melayani keinginan pengurus Matakin untuk berfoto > bersama di teras Kantor Presiden. Setelah acara foto- foto itu, > Presiden berjalan berkeliling taman Istana Negara dan menuju Wisma > Negara yang berada di Kompleks Istana Kepresidenan. > > Sementara Presiden Yudhoyono berkegiatan di Istana Kepresidenan > Jakarta, interpe- lasi kasus BLBI kepada Presiden Yudhoyono digelar di > DPR. Presiden mewakilkan jawabannya kepada para pembantunya. (INU)
