Pak Anton.
Tetangga saya ada juga, seperti jendral-jendral kerabat Bapak. Tapi mereka
ber -profesi sebagai guru pak, bukan jendral. Yang satu kepala sekolah dan
yang satunya guru matematik. Tapi rejekinya beda. Mestinya sikepala sekolahkan
yang gajihnya lebih tinggi dari pada guru yang jadi bawahannya lebih kaya ya
pak?
Namun yang terjadi Bapak kepala sekolah masih tinggal dirumah dinas, sedang
tetangga saya (guru matematika) itu punya rumah bertingkat dan bagus. Bukan
karena waris, bukan juga karena awalnya sudah punya rumah.
Kenapa pak? apakah mungkin dia (si guru ini ) korupsi ? Hanya karena dia
lebih sejahtera dari kepala sekolahnya, padahal cuma seorang guru. Sedang
kepala sekolah saja hanya sanggup tinggal di rumah dinas....Apa kata
dunia........!!!???
Faktanya adalah guru matematika ini cekatan pak, dia selepas jam mengajar
masih memberi les di rumahnya. lalu dengan temannya sesama alumni waktu kuliah
dia membangun usaha bimbingan belajar. Malam hari kalau bapak kerumahnya, kita
melihat pemandangan org dengan produktifitas tinggi. Sambil menonton TV dia
bersama 2 anaknya menggulung ulang tali jepang dari gulungan besar ke gulungan
kecil-kecil untuk di jual kembali ketoko-toko dan pasar pak.
Jadi hukum alam juga sangat menentukan jalan hidup seseorang, pangkat boleh
sama jendralnya, namun rejeki sangat tergantung pada kecakapan dan kerja keras
serta bagaimana mengelola kehidupan kita.
Salam.
Godlip Pasaribu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya kira dengan begitu banyak jabatan yang pernah
dipegang oleh SBY, kalau sekedar punya rumah di Cikeas
ya lumrahlah Pak. Apalagi kalau dibeli dengan cara
kredit. Seperti saya Pak, baru lunas setelah pensiun.
Saya tidak mau berburuk sangka sebelum ada yang bisa
membuktikan bahwa dia korupsi. Jika hal itu terbukti,
maka sudah pasti saya tidak akan mendukungnya.