saya pernah dengar yang namanya "mineral curse" (kutukan mineral) atau ada juga yang menyebutnya "paradox of plenty" yang intinya bahwa suatu kekayaan mineral itu, bila dikelola walaupun memberi hasil yang luar biasa, malah dapat menjerat sebuah negara kedalam permasalahan yang ruwet dan tidak menyejahterakan rakyatnya. ibaratnya seperti kalo ada tikus sawah tercemplung ke lumbung padi, trus makan gabah sebanyak-banyaknya sampai gemuk trus akhirnya mati karena tenggelam ke dalam lautan gabah
ada yang bisa menjelaskan tak, misalnya ahli perminyakan atau pertambangan gitu atau ahli ekonomi, soalnya banyak negara2 yang kaya mineral (indonesia juga ) yang terjerat lingkaran kemiskinan. 2008/2/15 Samali Djono <[EMAIL PROTECTED]>: > komplit deh .. > untuk "specialty chemicals" nya, dalam hal proses-memroses, pengeboran, > pengolahan minyak > mentah yang standard, ahli2 kita (chemist) sudah sanggup membuatnya, > dengan local mixing, bahan > baku bisa dari Indonesia, walaupun tidak 100%. jadi tidak usah import lagi > dari negara2 maju yang harganya tentu lebih mahal, karena bayar patent, > ongkos riset, mengongkosi juragan2nya dlsb. > sejak beberapa tahun yang lalu, patent mereka2 (perusahan kimia khusus > besar didunia) sudah banyak yang habis, jadi sekarang semua orang > (perusahaan) bisa membuat / memproduksinya sendiri di Indonesia.
