Selamat ya buat Milis FPK specially for you Mr. Agus�well done
 
TETAP SEMANGAT!
 
Adhi Ardian Kustiadi
Transparency International Indonesia
Jl. Senayan Bawah No.17
Jakarta 12180
Phone  : 62-21 720-8515
Fax    : 62-21 726-7815
E-mail : HYPERLINK "mailto:[EMAIL PROTECTED]"HYPERLINK
"mailto:[EMAIL PROTECTED]"[EMAIL PROTECTED]
Web    : HYPERLINK "http://www.ti.or.id/"www.ti.or.id  
 
First they ignored you, than they laughed you, than they fight you, than
you win � Mahatma Gandhi


 
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Agus
Hamonangan
Sent: Monday, March 03, 2008 7:54 PM
To: [email protected]
Subject:  [Forum Pembaca KOMPAS] Kopdar Milis FPK, Pemerintah
Tidak Akan Hentikan Riset PLTN




http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.02.22330250&channel=1&mn=53&idx=71

JAKARTA, JUMAT - Riset mengenai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 
(PLTN) di Indonesia tidak akan dihentikan. Hal tersebut disampaikan Menteri 
Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman, pada pertemuan milis Forum 
Pembaca Kompas di Gedung BPPT, Jakarta, Jumat (29/2).

Menurutnya, pembangunan PLTN diamanatkan undang-undang. Ia mengatakan dalam 
undang-undang mengenai rencana jangka panjang nasional, PLTN menjadi salah satu 
sumber energi yang harus sudah tersedia sejak tahun 2015.  

"Pemerintah punya kewajiban meneruskan amanat undang-undang tersebut, kalau 
tidak, bisa di-impeach. Kalau memang PLTN bukan pilihan, kita harus amandemen 
dulu undang-undang itu," lanjut Kusmayanto. Selama masih diamanatkan 
undang-undang, riset PLTN jalan terus. Sejauh ini, Batan Tenaga Atom Nasional 
(BATAN), yang ditunjuk sebagai pengembang teknologi, sudah berhasil 
mengoperasikan pembangkit tenaga nuklir, meskipun hanya skala kecil 5 megawatt.

Pihaknya akan tetap fokus ke PLTN dan terus mengkaji dampak positif dan 
negatifnya dari perspektif teknologi, sosial, dan ekonomi. Hasil kajian ini 
yang akan dibawa kepada pemerintah dan DPR untuk memutuskan meneruskan 
pembangunan atau tidak.  
    
"Pro kontra mengenai PLTN itu biasa. Justru ini ongkos pembelajaran publik yang 
paling murah," ujar Kusmayanto. Ia menyayangkan jika kajian mengenai PLTN 
berhenti hanya karena kepentingan politik. Di lain pihak, ia ingin tema 
teknologi seperti PLTN menjadi pembicaraan utama di panggung politik. "Saya 
ingin iptek seksi di politik," ujarnya.

Milis pembaca Kompas di [email protected] menjadi salah satu 
wadah tempat berinteraksi dan bertukap pikiran. Milis yang lahir secara mandiri 
oleh komunitas pembaca Harian Kompas dan dimoderatori Agus Hamonangan ini sudah 
diikuti lebih dari 3000 anggota yang berasal dari berbagai latar belakang.(WAH)


=====================================================
Pojok Milis Forum Pembaca KOMPAS :

1.Milis FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke