Pak Mula,
  Benar Pak, memang menarik untuk membahas nama orang-orang dalam satu 
keluarga. Namun di daerah saya julukan ke anak tidak hanya didasarkan pada 
karakter fisik... Adik saya namanya Adit... karena sering dipanggil Dit... 
Dit... akhirnya dijuluki "Nyedit"...  Tapi giliran adik saya masuk TK, ada satu 
teman ceweknya yang ukuran badannya super besar... namanya Beti... (mungkin ini 
termasuk kecelakaan ya Pak?)
  Entah kenapa, tiba-tiba nama Nyedit berganti menjadi Beti.. dan anehnya... 
teman-teman sebaya saya yang mempunyai adik cowok sekelas dengan Beti... 
memanggil adiknya dengan nama yang sama "Beti"...  
  Kemudian ada teman saya 'sebut saja namanya Hari.  SI Hari ini mempunyai 
anjing yang sangat galak namanya Bugel, tiap kali lewat di depan rumah Hari 
kita harus siap-siap lari sekencang-kencangnya, kecuali pengen ngerasain 
gigitan si Bugel ini.  Entah kenapa, si Hari ini kemudian mendapat julukan Hari 
Bugel, bahkan sampai sekarang -si Bugel sudah mati diracun orang- si Hari yang 
sudah punya dua anak ini, masih tetap dipanggil Hari Bugel... bahkan 
kadang-kadang hanya dipanggil dengan sebutan Bugel..
   
  Yang menurut saya agak fenomenal adalah tetangga saya di Desa yang bernama  
Sukidi.  Sukidi ini adalah anak pertama dari 7 bersaudara, mungkin karena anak 
pertama, Pak Marto ayahnya Sukidi ini sering dipanggil dengan sebutan Pak'e 
(bapaknya) Sukidi dan Ibunya juga dipanggil dengan Mbok'e Sukidi.  Seiring 
dengan perkembangan, nama Sukidi malah menjadi julukan bapak ibunya, karena 
kami semua hanya tahu Pak atau Mbok Sukidi.  Bahkan salah satu adiknya Sukidi 
yang teman saya juga sering dipanggil Adine Sukidi, meskipun nama aslinya Larno.
  Bahkan ketika Pak Marto memelihara Anjing, orang-orang menjuluki anjing itu 
Asune (anjingnya) Sukidi.
  Saya tidak tahu bagaimana setelah Sukidi nikah dan punya anak.  Kalau 
Istrinya jelas akan di sebut Ibu Sukidi... tapi saya tidak tahu apakah nama 
anaknya bisa menggantikan nama Sukidi, misalnya menjadi Pak'e Anton atau Pak'e 
Michael (misalnya anaknya dikasih nama Anton atau Michael).
  Atau mungkin anaknya tetap dipanggil dengan Anake Sukidi????? 
   
  DS
   
   
   
  

Mula Harahap <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Asal-usul nama panggilan atau julukan di antara
kakak-beradik yang tinggal di satu rumah juga menarik
untuk dibahas: 

Biasanya julukan itu ditetapkan oleh saudara (atau
saudara-saudara) yang lebih tua, dan si
adik--sebagaimana halnya semua adik di muka bumi
ini--tak bisa melawan. 

Julukan itu bisa berasal dari kekhasan fisik atau
karakter si anak. 

Julukan juga bisa berasal dari nama anak lelaki atau
perempuan di sekolah yang membuat si anak selalu marah
kalau dipanggil demikian. 

Julukan juga bisa berasal karena “kecelakaan”. Si anak
menyebut suatu kata yang dianggap aneh, tolol atau
lucu, lalu oleh saudara-saudaranya diresmikan menjadi
capnya. Atau secara tak sengaja saudara-saudaranya
“menemukan” kata yang aneh, tolol atau lucu, lalu
meresmikannya menjadi cap adiknya.

Pada awalnya julukan itu adalah kata yang membuat
penyandangnya marah (dan karena marah, ia semakin
dipanggil dengan kata itu oleh saudara-saudaranya).
Tapi di kemudian hari si anak akan capek sendiri,
berdamai dengan dirinya, dan bisa menerima panggilan
atau julukan tersebut; bahkan sampai ia dewasa dan
berkeluarga.

Dan sepanjang gelar atau julukan itu tidak
“kebangetan”, biasanya ibu dan bapak, yang dengan
susah-payah sudah pergi ke gereja untuk membaptiskan
anak-anak itu, biasanya akan ikut-ikutan juga
memanggil anaknya dengan gelarnya yang baru tersebut

Anak pertama di keluarga kami adalah lelaki. Karena
tampangnya yang “culun” dan fisiknya yang mirip anak
lelaki Tionghoa maka oleh kawan-kawannya di sekolah ia
dipanggil “Aseng”. Lambat-laun panggilan itu merembes
ke tengah keluarga. Kadang-kadang anak itu dipanggil
juga dengan “Lince”.

Anak kedua adalah perempuan. Namanya Lisbeth. Ketika
masih kecil, abangnya selalu mengalami kesulitan
melafalkan “lisbeth”. (Coba bilang Lis…./Lis…../Coba
bilang Bet…./Bet…./Coba bilang
Lisbeth…./Lisbet….Bekbok!). Jadilah anak itu
“Bekbok”. Kadang-kadang anak itu dipanggil juga dengan
“Lian”, yaitu singkatan dari “Parulian”, nama
paribannya yang sebaya dengan dia.

Anak ketiga adalah lelaki. Namanya Ronitua, dan biasa
dipanggil Roni. Kulitnya sebenarnya putih. Tapi oleh
saudara-saudaranya ia dibaptis sebagai “Bronie”,
seperti nama anjing tetangga. Kadang-kadang anak itu
dipanggil juga dengan “Osa”, seorang perempuan kawan
sebangkunya di kelas.

Anak keempat adalah lelaki. Nama aslinya sangat indah
yaitu “Pujiari”. Tapi karena cara berpakaiannya norak
(kobol, kata orang Medan) dan menyerupai
“Mamang”--orang Jawa yang bekerja sebagai tukang kebun
kompleks--maka dipanggillah ia “Si Mamang”. Kini
dibutuhkan banyak waktu untuk menjelaskan kepada
anak-anaknya, mengapa bapak mereka yang gagah itu
dipanggil oleh amangtua dan amangudanya sebagai “Si
Mamang”.

Anak kelima adalah lelaki. Ketika masih kanak-kanak
rambutnya sangat kaku dan semburat kemana-mana. “Awas!
Jangan dekatkan balon itu ke kepalanya. Nanti
pecah….,” kata saudara-saudaranya. Jadilah ia
dipanggil sebagai “Si Landak”. Kadang-kadang anak itu
dipanggil juga dengan “Telly”; nama seorang anak
perempuan tetangga yang sebaya dengannya, yang
kurus-kerempeng, hidungnya tak pernah kering dan
matanya juling.

Anak keenam adalah lelaki. Namanya Jonatan--sebuah
nama sahabat dari Raja Daud dan pahlawan Israel yang
gagah-perkasa itu. Ia anak buntut. Mungkin karena
itulah ia dipanggil sebagai “Si Jontut”. 

Tapi yang lebih cilaka lagi ialah kalau anak-anak yang
bersaudara dan tinggal serumah itu memberi julukan
kepada orang luar. Karena susah menghafalkan nama,
maka anak-anak lebih suka menggambarkan ciri fisik
seseorang. 

Karena itulah kami juga mengenal “namboru yang matanya
kayak kucing”, “tulang yang mukanya kayak kuda”, “oom
nunjuk-nunjuk” atau seorang sepupu yang dipanggil
dengan “ito berce”--singkatan dari “berak celana”. 

Tinggallah ibu dan ayah yang setengah mati harus
menjaga agar julukan itu hanya beredar di seantero
rumah dan tidak merembes kemana-mana.

Horas,

Mula Harahap :-)

__________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs


                         

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke