Kampanye Presiden JFK 1960: Pisahkan Urusan Negara dg Urusan Agama
Menarik!!!!!!! mengingat Pidato disampaikan sekitar 50 tahun yang lalu dan
isunya masih tetap relevan hingga saat ini.
___________________________________________
Salam,
Pidato (saat itu) calon presiden Partai Demokrat, John
F. Kennedy, dianggap sebagai salah satu "orasi
terbaik" dalam sejarah Amerika, karena menegaskan
kembali prinsip kebebasan agama/keyakinan dan
pemisahan antara negara dan gereja.
Pidato ini disampaikan pada 12 September 1960 di
hadapan para pendeta Protestan yang saat itu resah dan
khawatir jangan-jangan, seandainya Kennedy yang
beragama Katolik itu terpilih, geraja Katolik akan
mendikte kebijakan politiknya. Kennedy menyampaikan
pidato yang sangat memukau dan dikenang oleh rakyat
Amerika hingga sekarang. Dia, antara lain, mengatakan:
seorang presiden bertanggung jawab kepada rakyat,
bukan kepada gereja (atau, dalam konteks Islam,
majelis ulama).
Saya sengaja mengirim teks lengkap pidato Kennedy di
milis ini, karena inilah salah satu argumen terbaik
tentang pemisahan negara dan gereja, serta
penghormatan atas kebebasan keyakinan.
Sebetulnya, saya berharap, saat Ahmadiyah diserang
oleh kalangan Islam konservatif beberapa waktu lalu,
dan masih berlangsung hingga sekarang, pemerintah
(dhi. Presiden Susilo B. Yudhono atau Wakil Presiden)
menyatakan suatu sikap yang jelas yang mencerminkan
kenegarawanan untuk membela konstitusi kita yang
jelas-jelas melindungi kebebasan agama/keyakinan itu.
Teks pidato ini saya ambil dari situs NPR (National
Public Radio), stasiun radio publik di Amerika.
Silahkan membaca!
Ulil AA
====
Pidato JFK,
Pdt. Meza, Pdt. Reck, Saya berterimakasih atas kemurahan anda mengundang
saya untuk mengutarakan pandangan saya.
Kendati apa yang disebut isu religius perlu dan tepat menjadi topik utama di
sini malam ini, Saya hendak menekankan sejak awal bahwa kita memiliki isu
yang jauh lebih kritis untuk dihadapi pada pemilu 1960: menyebarnya pengaruh
komunisme, yang hingga kini membisul di 90 mil dari pantai Florida;
perlakuan hina atas Presiden dan Wakil Presiden kita oleh pihak yang tidak
lagi menghormati kekuasaan kita; anak-anak kelaparan yang saya lihat di
Virginia Barat; para orang tua yang tidak mampu membayar biaya dokter
mereka; keluaraga-keluarga yang terpaksa kehilangan ladang mereka; sebuah
Amerika dengan terlampau banyak daerah kumuh; dengan terlalu sedikit
sekolah, dan terlambat pergi ke bulan dan angkasa luar.
Inilah masalah-masalah sesungguhnya yang semestinya menentukan kampanye ini.
Dan hal-hal itu bukanlah isu religius � karena perang dan kelaparan dan
kejahilan dan nestapa tidak mengenal dinding pemisah agama.
Namun karena saya seorang Katolik, dan belum pernah ada orang Katolik yang
terpilih menjadi presiden, isu sejati kampanye ini telah dikaburkan �
barangkali secara sengaja, di beberapa sudut negeri lebih kurang
bertanggungjawab daripada ini. Maka jelaslah perlu bagi saya untuk
menyatakan sekali lagi bahwa bukan macam gereja seperti apa yang saya imani
� karena itu semestinya penting hanya buat saya � namun macam Amerika
seperti apa yang saya percayai.
Saya percaya akan Amerika yang di dalamnya pemisahan antara gereja dan
negara bersifat mutlak, yang di dalamnya tidak ada pastor Katolik yang
mendikte presiden (andai saja ia seorang Katolik) bagaimana harus bertindak,
dan tidak ada pendeta Protestan mendikte anggota parokinya untuk siapa suara
diberikan; yang di dalamnya tidak ada gereja atau sekolah gereja dihibahi
dana publik atau pengistimewaan politik; dan yang di dalamnya tiada seorang
pun tertolak dari jabatan publik hanya karena agamanya berbeda dari presiden
mungin jadi menunjuknya atau rakyat yang mungkin memilihnya. Saya percaya
akan sebuah Amerika yang secara resmi bukan Katolik, Protestan, maupun
Yahudi; yang di dalamnya tidak ada pejabat publik yang meminta atau menerima
instruksi perihal kebijakan publik dari Paus, Dewan Nasional Gereja maupun
sumber keagamaan lainnya; yang di dalamnya tidak ada badan keagamaan yang
berupaya memaksakan kehendaknya secara langsung maupun tidak langsung
terhadap rakyat umum atau tindakan publik para pejabatnya; dan yang di
dalamnya kebebasan beragama demikian tidak terkotak-kotaknya hingga suatu
tindakan terhadap satu gereja diperlakukan sebagai tindakan terhadap
semuanya. Karena sementara tahun ini boleh jadi terhadap seorang Katolik
telunjuk kecurigaan ditujukan, pada tahun-tahun sebelumnya telah terjadi,
dan bisa saja suatu ketika terjadi lagi, terhadap seorang Yahudi � atau
seorang Quaker atau seorang Unitarian atau seorang Baptis. Pelecehan di
Virgina atas pendeta Baptis lah, misalnya, yang memperlancar jalan menuju
undang-undang kebebasan beragama (statutes of religious freedom) Jefferson .
Hari ini boleh jadi saya yang menjadi korban, namun esok hari bisa saja anda
� hingga segenap struktur masyarakat kita yang harmonis terkoyak di tengah
petaka nasional yang besar.
Walakhir, saya percaya akan Amerika yang di dalamnya ketidaktoleranan suatu
hari akan berakhir; yang di dalamnya semua orang dan semua gereja
diperlakukan sama; yang di dalamnya setiap orang memiliki hak yang sama
untuk datang atau tidak datang ke gereja pilihannya; tidak ada suara
Katolik, suara anti-Katolik, tidak ada aliansi suara macam apa pun; dan yang
di dalamnya orang Katolik, Protestan, dan Yahudi, baik pada tingkatan awam
maupun tingkatan pastor, akan menahan diri dari sikap merendahkan dan
terpecah-pecah seperti itu yang telah begitu sering mencacati kerja mereka
di masa lalu, dan sebaliknya menyokong cita-cita Amerika akan persaudaraan.
Itulah macam Amerika yang saya percayai. Dan hal itu mewakili macam
kepresidenan yang saya percayai � suatu jabatan mulia yang tidak boleh
direndahkan dengan menjadikannya sebagai alat satu kelompok agama, tidak
pula dinodai dengan mencegahnya dijabat oleh anggota kelompok suatu agama
apa pun. Saya percaya akan presiden yang pandangan religiusnya merupakan
urusan pribadinya, yang tidak dipaksakan olehnya terhadap bangsa, tidak pula
dipaksakan oleh bangsa terhadap dirinya sebagai syarat untuk memangku
jabatan itu.
Saya tidak akan memandang secara baik seorang presiden yang hendak merusak
Amandemen Pertama yang menjamin kebebasan beragama. Sistem cek dan balance
kita pun tidak akan membiarkannya bertindak seperti itu. Tidak pula saya
memandang dengan baik mereka yang hendak merusak Butir VI Konsitusi dengan
menyaratkan sebuah uji keagamaan � bahkan secara tersamar sekalipun � untuk
hal itu. Jikalau mereka tidak setuju dengan jaminan tersebut, hendaknya
mereka secara terbuka bertindak untuk mencabutnya. Saya menginginkan seorang
kepala eksekutif yang tindakan publiknya bertanggungjawab kepada semua
kelompok dan tidak terikat pada siapa pun.
Inilah macam Amerika yang saya percayai, dan demi Amerika seperti inilah
saya bertempur di Pasifik Selatan, dan demi Amerika seperti inilah saudara
lelaki saya gugur di Eropa. Tiada seorang pun saat itu yang menyiratkan
bahwa kita mungkin akan memiliki "kesetiaan terbagi", bahwa kita "tidak
percaya dengan kebebasan", atau kita masuk sebagai suatu kelompok makar yang
mengancam "kemerdekaan yang demi itu para pendahulu negeri kita gugur".
Dan sesungguhnya, inilah macam Amerika yang demi itu pendahulu negeri kita
gugur, tatkala mereka melarikan diri ke sini untuk menghindari sumpah uji
keagamaan yang menafikan jabatan terhadap anggota gereja yang kurang
disukai; tatkala mereka memperjuangkan Konstitusi, RUU hak (The Bill of
Rights) dan undang-undang kebebasan beragama Virginia (the Virginia Statute
of Religious Freedom); dan tatkala mereka bertempur di tempat bersejarah
yang saya kunjungi sekarang, benteng Alamo. Berdampingan dengan Bowie dan
Crockett, telah gugur McCafferty dan Bailey dan Carey. Namun tidak ada yang
tahu apakah mereka Katolik atau bukan, karena tidak ada uji keagamaan di
Alamo.
Saya meminta anda malam ini untuk mengikuti tradisi itu, untuk menilai saya
berdasarkan rekam jejak saya selama 14 tahun di Kongres, atas sikap terbuka
saya menentang seorang duta Vatikan, menentang bantuan tidak konsitusional
terhadap sekolah-sekolah paroki, dan menentang boikot terhadap sekolah
negeri (yang saya pribadi bersekolah di sana) � alih-alih menghakimi saya
berdasarkan selebaran-selebaran ini dan terbitan-terbitan yang telah kita
semua lihat yang secara seksama mencomot kutipan-kutipan di luar konteks
dari pernyataan-pernyataan pemimpin gereja Katolik, biasanya di
negara-negara lain, kerapkali di negeri-negeri lain, dan selalu mengabaikan,
tentu saja, pernyataan Uskup Amerika pada tahun 1948, yang tegas menyokong
pemisahan gereja-negara, dan lebih dekat mencerminkan pandangan hampir tiap
orang Katolik Amerika.
Saya tidak memandang kutipan-kutipan lain itu mengikat saya dalam tindakan
publik saya. Mengapa anda harus demikian? Namun perkenankan saya berkata,
sehubungan dengan negeri-negeri lain, bahwa saya sepenuhnya menentang negara
yang dimanfaatkan oleh kelompok agama, Katolik ataupun Protestan, untuk
memaksa, melarang, atau menindas pengamalan bebas agama lain. Dan saya
berharap bahwa anda dan saya mengecam dengan kegigihan yang sama
bangsa-bangsa itu yang menolak jabatan kepresidenan terhadap orang-orang
Protestan, dan yang menolaknya terhadap orang-orang Katolik. Dan daripada
menyitir kelakuan buruk mereka yang berbeda pendapat, saya hendak menyitir
arsip gereja Katolik di bangsa tersebut, seperti Irlandia dan Prancis, dan
kebebasan para negarawan seperti Adenauer dan De Gaulle.
Namun perkenankanlah saya menekankan lagi bahwa ini semua adalah pandangan
saya. Karena berlawanan dengan yang umumnya digunakan oleh surat kabar, Saya
bukanlah calon presiden dari Katolik. Saya adalah seorang calon presiden
dari Partai Demokrat, yang kebetulan juga seorang Katolik. Saya tidak
berbicara untuk gereja dalam hal publik, dan gereja tidak berbicara untuk
saya. Isu apa pun yang mungkin datang ke hadapan saya sebagai presiden �
tentang pengendalian kelahiran, perceraian, sensor, perjudian atau masalah
lain apa pun � saya akan membuat keputusan saya sesuai dengan pandangan ini,
sesuai dengan apa yang dikatakan oleh nurani saya bagi kepentingan nasional,
dan tanpa menghiraukan tekanan atau dikte keagamaan dari luar. Dan tidak ada
kekuatan atau ancaman hukuman yang dapat membuat saya memutuskan secara
lain. Namun kalau pun saat itu datang � dan saya tidak membolehkan konflik
apa pun terjadi sekecil apapun kemungkinannya � bila jabatan saya
menghendaki saya untuk melanggar nurani saya atau melangar kepentingan
nasional, maka saya akan mengundurkan diri dari jabatan; dan saya berharap
setiap pegawai negeri yang bernurani akan melakukan hal yang sama.
Namun saya tidak berniat meminta maaf atas pandangan-pandangan ini kepada
para pengkritik saya baik dari keyakinan Katolik ataupun Protestan, tidak
pula saya berniat untuk melepaskan pandangan-pandangan saya atau pun
keyakinan gereja saya demi memenangkan pemilihan ini.
Jikalau saya kalah dalam hal isu sejati tersebut, saya akan kembali ke kursi
saya di Senat, dengan kepuasan bahwa saya telah mencoba sebaik mungkin dan
dihakimi secara adil. Namun jika pemilihin ini diputuskan dengan dasar bahwa
40 juta warga Amerika kehilangan kesempatan menjadi presiden pada hari
ketika mereka dibaptis, seluruh bangsa lah yang menjadi pihak yang kalah �
di mata orang Katolik dan non-Katolik di seluruh dunia, di mata sejarah, dan
di mata rakyat kita sendiri.
Namun jika, sebaliknya, saya memenangi pemilihan ini, maka saya akan
mengabdikan setiap upaya berpikir dan semangat untuk memenuhi sumpah
kepresidenan � yang secara praktis identik, kalau boleh saya tambahkan,
dengan sumpah yang telah saya ambil untuk 14 tahun di Kongres. Karena itu
tanpa ragu saya dapat "sepenuh hati bersumpah bahwa saya akan dengan penuh
amanat menunaikan jabatan presiden Amerika Serikat, dan dengan segenap
kemampuan saya melestarikan, melindungi, dan mempertahankan Konstitusi, maka
tolonglah hamba ini, Tuhan."
(JFK 1960)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=====================================================
Pojok Milis Forum Pembaca KOMPAS :
1.Milis FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]
KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/