Bener Om Bungaran, saya setuju dengan pendapat anda tentang penekanan pada 
"ADA" yang ingin berkuas...Siapa lagi kalau bukan yang mempelopori kampanye 
dengan menggunakan jabatan...Inget kan iklan "Mari Ciptakan Pemilu Damai", pake 
anggaran kementrian Menko tahun 2004 dulu...
   
  Kalau masalah bunuh diri, saya sangat sedih dengan fenomena bunuh anak 
kemudian bunuh diri...Menurut falsafah orang Batak "Anakkonki Do Hamoraon Di 
Ahu" (anakku segalanya bagiku), ayah saya bilang : "Kalau ada peluru menuju 
anakku, aku hadang dengan tubuhku...Kalau ternyata tembus juga dan anakku mati, 
aku pasti sudah mati duluan"...Ibu saya bilang : "Untuk anak-anakkun apa yang 
mau aku telan aku berikan, bahkan yang sudah tertelan aku tarik 
keluar...Nyawapun akan kubarikan kalau anak-anakku minta". 
   
  Jadi saya sangat maklum (meski tidak membenarkan), kalau ada orang nekat 
mencuri untuk anaknya meski resikonya digebukin sampai mati oleh masyarakat 
yang sedang sakit ini...Atau ibu-ibu mengutil susu di minimart untuk bayinya 
yang sudah berhari-hari tidak ketemu susu sementara susu ibunya juga sudah 
kering bersama air matanya...
   
  Tapi kalau orang tua sampai membunuh anak, tidak masuk akal bagi 
saya...Kejadian ini diangkat olem Om Dwi Koen dalan karton Panji Koming minggu 
lalu...Ini pasti sudah stress dan depresi tingkat tinggi yang tidak dapat 
diterangkan oleh text book psikologi manapun...Saya yakin ayah yang bunuh diri 
itu sayang anaknya seperti ayah saya sayang kepada saya....Saya juga yakin ibu 
yang membunuh ketiga anaknya sebelum bunuh diri itu juga sayang kepada 
anak-anaknya seperti ibu saya sayang kepada saya...
   
  Sayang sekali, keadaan ekonomi yang berat dan tidak terperikan mereka 
alami...Saya sendiri belum tentu kuat iman kalau menghadapi kondisi seberat 
itu...Berat sekali beban mereka...Sialnya negara mereka (apesnya negara saya 
juga) dari dulu hingga kini dikelola orang-orang munafik dan serakah tamak yang 
tingkat keserakahannya juga tidak ada di text book manapun...
   
  

bungaran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Setelah heboh film fitna yang menampilkan beberapa kejadian 
terorisme, 
kali ini SBY membuat iklan yang bunyinya demikian:"Ada yang sangat 
ingin berkuasa lalu mengutip duka rakyat: Seorang Pedagang gorengan 
gantung diri karena harga-harga melambung tinggi".

Perhatikan kalimat yang saya garis tebal : "Ada yang sangat ingin 
berkuasa"
Jika kita simak akhir-akihr ini kita baca berita banyak yang berniat 
untuk menjadi peserta Pemilu 2009. Jika SBy konsekwen dengan iklannya 
seharusnya pada Pemilihan Presiden 2009, SBY tidak usah mencalonkan 
dirinya lagi sebagai Presiden RI. Tetapi jika SBY masih berniat 
mencalonkan dirinya untuk ikut dalam Pemilihan Presiden berarti SBY 
menelan kata-katanya dalam iklan "Ada yang sangat ingin berkuasa.

Selanjutnya perhatikan soal Pedagang gorengan bunuh diri, dari beberapa 
kejadian mungkin kita bisa hitung berapa orang yang telah mati bunuh 
diri karena persoalan ekonomi yang makin sulit. Kejadian bunuh diri 
karena persoalan ekonomi adalah fakta tidak direkayasa.



                           

       
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke