Sebenarnya sederhana, 

kalau televisi-televisi swasta kita ini benar-benar mau menggali sebanyak 
mungkin talenta yang dimiliki oleh warga bangsa ini (khususnya dalam hal 
menyanyi - tarik suara), tidak dengan model show dan sms seperti itu. Menurut 
saya, cukup banyak penampil yang suaranya pas-pasan dan teknik bernyanyinya pun 
tidak mencukupi, tetapi karena dukungan sms-nya banyak, maka dialah yang 
akhirnya menang.

Lakukan aja cara konvensional yaitu benar-benar/ murni lomba dan dinilai oleh 
yuri yang memang memiliki kompetensi bagus (tidak hanya komentar 
cengengas-cengenges seperti kebanyakan show sekarang ini, yang isi komentarnya 
pun kadang tidak mutu banget, asal aneh, asal bisa buat orang ketawa). Memang 
mungkin yang seperti itu juga tidak akan diminati oleh para pemasang iklan. 
Tapi daripada televisi harus diisi hal-hal seperti itu yang sebenarnya sudah 
cukup lama dikritik oleh sementara pihak sebagai tidak mendidik para pemirsa.

Tapi yang jelas, rakyat sederhana yang tidak punya apa-apa juga dicuekin saja; 
tetap aja akan dianggap sebagai "anjing yang sedang menggonggong".

salam



  ----- Original Message ----- 
  From: Agus Hamonangan 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, April 15, 2008 8:22 PM
  Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] KPI Pusat Peringatkan TPI dan Indosiar


  
http://kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.04.16.01202385&channel=2&mn=156&idx=156

  Dua televisi swasta, TPI dan Indosiar, yang menayangkan program
  reality show ajang pencarian bakat, mendapat peringatan dari Komisi
  Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. TPI untuk tayangan Dadakan Dangdut
  Mania 2, sementara Indosiar untuk tayangan Super Seleb Show, Star Dut,
  dan Mama Mia Konser. "KPI menilai Dadakan Dangdut Mania 2 telah
  mengeksploitasi kesedihan para peserta dengan pancingan pertanyaan
  host dan para juri, tak jarang menyudutkan peserta. Pancingan
  pertanyaan itu memaksa peserta mengungkap kehidupan pribadi mereka
  yang semestinya tidak pantas disiarkan di ruang publik," kata Ketua
  KPI Pusat Sasa Djuarsa Sendjaja dalam siaran persnya, Selasa (15/4) di
  Jakarta. Sedangkan peringatan untuk Indosiar terkait acara Super Seleb
  Show (Senin-Rabu), Star Dut (Kamis dan Minggu), dan Mama Mia Konser
  (Jumat) yang tayang saat umat Muslim menunaikan shalat maghrib, pukul
  18.00 WIB. "Hasil diskusi dengan Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul
  Ulama, dan kelompok masyarakat lain, KPI Pusat menilai penayangan
  program tersebut mengganggu ibadah shalat maghrib yang dijalankan umat
  Islam," ujar Djuarsa. Dalam Surat Peringatan No 177/K/KPI/ 04/08, KPI
  Pusat meminta Indosiar memindahkan jam tayang, dari pukul 18.00
  menjadi 19.00 WIB. KPI juga minta Indosiar memperjelas format acara
  Super Seleb Show, yang mengandung lelucon-lelucon kasar dalam dialog
  antara pembawa acara dan komentator. (*/NAL)



   


------------------------------------------------------------------------------


  Internal Virus Database is out-of-date.
  Checked by AVG. 
  Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.22.10/1366 - Release Date: 4/8/2008 
5:03 PM


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke