http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/22/14002599/hanya.area.parkir.sarinah.yang.turun
JAKARTA, SELASA- Berkait dengan pemberitaan mengenai penurunan gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin, manajemen pusat perbelanjaan itu, Selasa (22/4) menggelar konferensi pers dengan menghadirkan konsultan struktur Sarinah yang juga Direktur PT Deta Decon, Mardiana Daoed. Menurut Mardiana, gedung utama pusat perbelanjaan itu tidak turun. Yang turun hanyalah area parkir yang tidak terkait dengan bangunan utama. Pondasi gedung Utama Sarinah, katanya, dibangun di atas tanah keras, sehingga jika terjadi penurunan tanah lapisan atas, bangunan tersebut tidak turun. Mardiana menjelaskan, gedung Sarinah dibangun dengan pondasi steel pile sampai dengan tanah keras pada kedalaman 36 sampai 42 meter dari muka tanah. "Rangka bangunan menggunakan beton betulang. Gedung ini telah digunakan selama 40 tahun," katanya. Hasil pemantauan yang dilakukan tahun 1992 sampai 1994 menyebutkan tidak terjadi penurunan pondasi pada gedung utama. Yang mengalami penurunan hanya halaman parkir, yakni sekitar 2-3 cm. Menurut Presiden Direktur PT Sarinah Ketut Aryana yang juga hadir dalam konferensi pers itu, berdasarkan hasil pemeriksaan bersama aparat Dinas penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) DKI Jakarta dan konsultan bangunan independen PT Deca Decon menggunakan alat Theodolit dan Water Pass, bangunan utama Sarinah tetap aman untuk digunakan. Sedangkan menyangkut gerai ATM yang dipindah, Ketut mengatakan struktur bangunan ATM lama tidak mengikat pada bangunan utama. Pondasi bangunan ATM Center, terjadi karena kondisi alam. "Penurunan tanah bangunan ATM Center telah terjadi sejak awal 2007 dikarenakan karena kondisi alam. Perbaikan bagian tersebut ttelah kami programkan unuk diperbaiki sementara ATM Center sudah dipindahkan ke lokasi yang baru yang lebih representatif," katanya.
