Ini ada juga humor anak sd:
Satu tambah satu berapa?
 
Di sebuah sekolah, kelas 3 SD:
Ibu Guru                      : Rudy, satu tambah satu berapa?
Rudy                           : Tidak tahu Bu.
Ibu Guru                      : Masak tidak tahu? Nanti kamu belajar 
di rumah, ya.
 
Di rumah,
Rudy                           : Pak satu tambah satu berapa?
Bapak Rudy   : (Lagi nonton Robinhood) Robinhood, peletaa..k
Rudy                           : Bu, satu tambah satu berapa?
Ibu Rudy                     : (Lagi beli sayur) Sayuuur, sayuur
Rudy                           : Kak, satu tambah satu berapa?
Kakak Rudy   : (Lagi maen berantem2an) Eit nggak kena.
 
Rudy keluar rumah, tanya sama preman,
Rudy                           : Bang Preman, satu tambah satu 
berapa?
Preman                      : (Lagi ngomong kasar) Anjing, anjing
 
Rudy, Ketemu sama orang gila:
Rudy                           : Pak, satu tambah satu berapa?
Orang gila                  : Di luar banyak angin, di luar banyak 
angin.
 
Keesokan harinya di sekolah
Ibu Guru                      : Rudy, sudah belajar? satu tambah 
satu berapa?
Rudy                           : Robinhood, peletaa..k
Ibu Guru                      : Apa?
Rudy                           : Sayuuur, sayuur
Ibu Guru                      : Apa?
Rudy                           : Eit nggak kena.
Ibu Guru                      : Rudy, kamu keluar
Rudy                           : Anjing, anjing
Ibu Guru                      : Kamu keluaar!!
Rudy                           : Di luar banyak angin, di luar 
banyak angin.
Ibu Guru                      : Keluaaaaaaaaaa…..r


--- In [email protected], Satrio Arismunandar 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: 
> Sent: 
> To: 
> 
> SALE!!!!!!!
> 
> Hari itu adalah hari besar untuk SALE. Kabar dari mulut ke mulut, 
dan
> beberapa iklan pada koran lokal, merupakan alasan mengapa banyak 
antrian
> yang terjadi pada pukul 8:30, di depan toko sebelum waktu pembukaan
> toko.
> 
> Seorang pria dengan berdesak-desakan mencoba untuk maju hingga ke 
depan,
> Namun Ia gagal. Ia Hanya didorong kembali dari antrian yang padat 
itu.
> 
> Kemudian Ia mencoba untuk kedua kalinya, Namun Ia di tonjok di 
dagunya,
> dan merasa pusing untuk beberapa saat, kemudian di dorong kembali 
pada
> akhir antrian. Setelah Ia berdiri untuk kedua kalinya, Ia berkata 
pada
> orang di barisan terakhir...
> 
> "Ini Sudah cukup! Jika mereka memukulku sekali lagi, aku tidak akan
> membukakan toko itu!"
> 
> 
>  
> 
> 
>       
_____________________________________________________________________
_______________
> Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke