Konon, di suatu negara antah berantah, ada penghargaan yang selalu diberikan kepada Sopir yang dinilai selalu taat peraturan lalulintas dan tertib dalam menjalankan kendaraannya. Selama beberapa tahun ada seorang sopir yang selalu mendapatkan penghargaan sebagai sopir yang paling taat dan paling tertib. Hal ini membuat orang-orang heran, bagaimana si sopir itu bisa memperoleh penghargaan tersebut berulang-ulang. Ketika diwawancarai seorang wartawan tentang rahasianya... Sopir itu menyatakan bahwa ketika dia menyetir mobil, dia selalu beranggapan bahwa sopir-sopir yang lain (yang tidak tertib tentunya) adalah orang gila dan dia adalah orang yang waras diantara orang gila tersebut. Sebagai seorang yang waras, tentunya dia akan malu kalau sampai mengikuti kelakuan orang gila. DS Di jaman edan, memang bisa membuat kita menjadi serba salah; Kalau tidak ikut edan,.... tidak kebagian.. Mau ikut edan... kok masih punya rasa malu (karena masih punya martabat) Tapi harus ingat... Seberuntungnya orang-orang yang edan... Masih -akan- selalu lebih beruntung orang yang selalu Ingat (kepada Allah, Agama, Etika, aturan). (terjemahan & tafsiran atas ramalan tentang Jaman Edan)
Eric Soesilo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ya maka itu ada peraturan dan penegakan peraturan oleh aparat penegak hukum kan :) semuanya mesti jalan beriringan, ya kita sendiri, ya hukum dan peraturan, sisanya ya penegakan hukumnya. Best Regards, Eric Soesilo [EMAIL PROTECTED] YM : ericsoesilo
