Salam,
  Jangan termakan PROPAGANDA kaum EKSTREMIS. Di zaman Belanda tidak ada 
antri2-an seperti sekarang. Waktu itu  zaman NORMAL menurut kakek dan ayah 
saya.Tidak ada kelaparan atau busung lapar.Yang ada hanya ipedemi PES dan 
MALARIA.Rakyat tidak kaya tetapi yang miskin hanya 5%.
  Lalu datang JEPANG.Ini yang betul mmbuat rakyat menderita .Rakyat dikasi 
makan KANJI dan tiwul karena beras DIKIRIM KE MEDAN PERANG.Pakaian tidak ada 
yang ada hanya celana dan sarung BAGOR(bhs Makassar KEROROK).
  ZAman Jepang mulai ada antri2-an seperti yang diwariskan kepada  Republik 
Indonesia MERDEKA seperti sekarang ini.
  Kisah Pak Ghozan yang didngar dari orang tua,mencampur adukkan zaman Belanda 
dan Jepang.
  Anehnya sekarang Belanda dituntut minta maaf tetapi malah dari Jepang tidak 
dituntut apa2. Orang yang mati selama penjajahan  zaman Belanda selama 350 
tahun barangkali lebih sedikit dari selama 3,5 tahun penjajahan Jepang karena 
antara lain ratusan ribu yang mati kelaparan dan romusha yang ratusan ribu 
serta iungun ianfu.
  Sadarlah orang2 yang merasa mengerti  sedjarah jangan kena provokasi.!(pak 
Anton pasti tidak)
  Wasalam,
  Wal Suparmo

ghozan_gmail <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mohon maaf..
Mas Anton pernah ngalami langsung....

Kalau saya dengar cerita almarhum mbah dan almarhum emak saya menyedihkan 
sekali......nunggu truk singkong lewat...berharap ada singkong atau jagung 
yang lewat jatuh dari truk....
tiwul mah sudah alhamdulillah.

kalau jaman orba....wong kita juga ngalamin.

salam,
ghz

----- Original Message ----- 
From: "anton_djakarta" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, May 05, 2008 12:04 PM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Penjajahan di Jaman Kolonial Hindia 
Belanda jauh lebih manusiawi

> Terus Terang di banding Penjajahan Orde Baru, Penjajahan di Jaman
> Kolonial Hindia Belanda jauh lebih manusiawi.
>
> Tabik,
>
> Meneer Anton

Kirim email ke