(dari multiply) Garuda Tetap Dilarang ke Eropa 11-04-2008 Uni Eropa tetap melarang Garuda dan pelbagai maskapai penerbangan Indonesia lain terbang ke Eropa. Demikian diumumkan Komisaris Perhubungan Komisi Eropa pada Jumat(11/04) jam 17.00 WIB. Uni Eropa mengakui bahwa Garuda sudah melakukan banyak perbaikan dalam pengamanan penerbangannya, tetapi otoritas penerbangan Indonesia tidak benar-benar merawat dunia penerbangan dengan baik. Masih adakah kesempatan Garuda kembali terbang ke Eropa? Berikut wawancara Radio Nederland dengan Michele Cercone, juru bicara komisaris perhubungan Komisi Eropa.
Michele Cercone: "Hari ini Komisi Eropa mengeluarkan larangan terbang untuk maskapai penerbangan dari Guinia Ekuatorial, Indonesia, Kirgizia, Liberia, Sierra Leone, Zwasiland dan Kongo. Kami menempatkan mereka di daftar tersebut. Kami melihat bahwa maskapai yang masuk dalam daftar hitam itu menunjukkan tingkat keamanan yang kurang, dan ada dalam negara-negara yang otoritas penerbangan sipilnya juga kurang atau tidak mampu memperhatikan maskapai-maskapai mereka dalam soal keamanan." Otoritas penerbangan sipil bermasalah Di sini jelas bahwa Komisaris Perhubungan Uni Eropa membedakan Garuda dengan otoritas penerbangan sipil Indonesia. Walau pun Garuda sudah melakukan perbaikan, tetapi otoritas penerbangan sipil Indonesia tetap dinilai kurang. Apakah perbaikan pengamanan Garuda tidak berarti? Michele Cercone:"Khusus untuk Garuda, maskapai penerbangan itu sudah didengar oleh sebuah komisi keselamatan yang beranggotakan para ahli dari negara-negara anggota. Komisi itu akhirnya memutuskan bahwa Garuda memang menunjukkan kemajuan dan perbaikan. Namun otoritas penerbangan sipil Indonesia masih harus menunjukkan bahwa mereka telah melengkapi langkah-langkah perbaikan. Jadi, sebelum langkah-langkah perbaikan ini ditunjukkan tidak satu pun maskapai penerbangan Indonesia akan dicabut dari daftar hitam." Jadi Garuda diakui sudah memperbaiki pengamanannya. Tetapi kenapa tidak dicabut dari daftar hitam Uni Eropa? Michele Cercone: "Itu adalah masalah yang lebih umum. Ada dua langkah. Pada satu sisi ada maskapai penerbangannya. Tetapi di sisi lain juga ada otoritas penerbangan sipil Indonesia. Kami butuh kemajuan pada dua badan tersebut. Kami butuh maskapai yang memang menunjukkan kemajuan dalam mengatasi kekurangan pengamanan yang dialaminya. Pada pihak lain kami juga butuh otoritas penerbangan sipil yang dapat dipercaya yang dapat membuktikan bahwa kemajuan itu benar-benar dijalankan. Dan itu pun juga harus dibuktikan. Hal itu yang memang kami butuhkan untuk menjamin keselamatan penumpang." Jumlah petugas Apa sebenarnya yang menjadi masalah dengan otoritas penerbangan sipil Indonesia? Michele Cercone menolak menyebut Indonesia secara khusus, tetapi ia memberi gambaran masalah yang dihadapi di negara-negara yang masuk dalam daftar hitam penerbangan Eropa. Michele Cercone: "Saya akan bicara secara umum saja, tidak khusus apa yang terjadi di Indonesia. Kadang-kadang kami melihat masalah dalam jumlah pegawai atau jumlah orang yang terlibat dengan masalah ini. Di negara tertentu jumlah mereka kurang dibanding dengan maskapai penerbangannya. Jadi jelas mereka tidak bisa mengawasi, kendati keahlian dan latihan yang mereka jalani sudah sangat baik. Itu hanya masalah jumlah petugas. Dengan jumlah sedikit itu mereka tidak akan mampu mengawasi semua pesawat sesuai dengan tugas mereka." "Di negara lain kami juga melihat kurangnya petugas yang berkualitas. Jadi masalahnya macam-macam. Dan hanya dapat diselesaikan dalam waktu yang lama. Ini memang benar-benar sulit dan kami sadar bahwa negara-negara itu tidak bisa memperbaiki tingkat otoritas penerbangan sipilnya dalam waktu singkat. Namun upaya dan kemajuan yang berlanjut dan upaya yang baik akan mengarah pada hasil yang baik pula." Bantuan Kebanyakan negara yang masuk dalam daftar hitam Eropa adalah negara-negara berkembang. Di sini Eropa seharusnya juga berperan. Apakah Eropa membantu negara-negara ini untuk memperbaiki pengamanan penerbangannya? Michele Cercone: "Tentu saja, yang kami kerjakan adalah mengulurkan bantuan dalam pelbagai aspek. Kadang-kadang kami bekerjasama langsung dengan mengirim pakar kami ke negara-negara itu. Kami membantu mereka menemukan masalah dan memberi saran dalam penyelesaiannya. Tapi ini bukan hanya masalah bantuan saja, ini juga masalah keamanan penerbangan. Dan kalau kita bicara tentang daftar hitam, beberapa maskapai ini berasal dari negara yang bisa disebut sebagai negara-negara berkembang." Demikian Michele Cercone, jurubicara Komisaris Perhubungan Komisi Eropa. Kata Kunci: garuda indonesia, penerbangan, uni eropa http://www.ranesi. nl/arsipaktua/ eropa/ Satrio Arismunandar Executive Producer News Division, Trans TV, Lantai 3 Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023, Fax: 79184558, 79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com http://satrioarismunandar.multiply.com "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal) ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ [Non-text portions of this message have been removed]
