MUSIBAH LONGSOR
20 Pendulang Liar di Areal Freeport Terkubur
Rabu, 7 Mei 2008 | 00:17 WIB
Sumber : Kompas
JAYAPURA, KOMPAS - Diperkirakan 20 pendulang emas tradisional terkubur
longsoran lereng bukit, Senin (5/5) malam, akibat guyuran hujan di Camp 55 Mil
72 Tembagapura, sekitar areal tambang emas PT Freeport Indonesia di Mimika,
Provinsi Papua. Hingga Selasa malam, tim penyelamat baru menemukan 12 jenazah
tertimbun longsoran.
Kepala Polres Mimika Ajun Komisaris Besar Godhelp Mansembra, yang dihubungi
di Jayapura, mengatakan, dari 12 korban, baru diketahui beberapa nama korban,
yaitu Kahar (35) asal Makassar, Daeng Nguru (32) asal Makassar, Yupi Anus
Wanimbo, Neles Kogoya, Jesmina Murib, dan Perem. Hingga kemarin, polisi masih
berusaha memastikan identitas para korban lainnya.
Komunitas pendulang di tempat itu adalah masyarakat pendatang asal Sulawesi
Selatan yang mengadu keuntungan dengan mendulang emas secara liar.
Godhelp menilai lokasi kejadian sangat rawan longsor. Tempat itu berada di
ketinggian 3.000 meter dengan kemiringan 80 derajat. "Sudah berkali-kali
mereka diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas penambangan di tempat itu,
tapi tak digubris," ujranya.
Senin sekitar pukul 22.00, hujan deras merapuhkan tebing curam itu sehingga
runtuh menimpa para penambang liar yang sedang terlelap.
Karena musibah terjadi pada malam hari, para penambang yang sedang
beristirahat di per- kemahan di sekitar Kali Kapur atau Sungai Agawagon ini
tak sempat menyelamatkan diri. Untuk membantu pencarian korban, polisi meminta
bantuan manajemen Freeport untuk menurunkan alat-alat berat guna menyingkirkan
timbunan lumpur.
Juru bicara Freeport, Mindo Pangaribuan, mengatakan, Sungai Agawagon
merupakan aliran pembuangan tailing atau sisa penambangan. Tailing inilah yang
dikorek-korek kembali oleh pendulang liar untuk mencari sisa-sisa emas. "Ini
bukan kecelakaan kerja, tetapi musibah alam. Penambang itu bukan karyawan
Freeport," ujar dia.
Menurut Mindo, perusahaan yang beroperasi sejak 1960-an ini bersama Pemkab
Mimika sering mengingatkan agar penambang liar menghentikan kegiatan di lokasi
rawan longsor itu. Namun, sebagian besar penambang tidak bersedia keluar areal
pendulangan liar lantaran hasil yang didapat masih menjanjikan.
Belum diperoleh kepastian kapan dan di mana jenazah para korban akan
dimakamkan. (ICH)
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]