http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/08/01225480/rp.100.miliar.untuk.189.desa.konservasi

Kamis, 8 Mei 2008 | 01:22 WIB 
Jakarta, Kompas - Departemen Kehutanan mengalokasikan sekitar Rp 100 miliar 
untuk membina desa konservasi. Hingga saat ini, sebanyak 189 desa konservasi 
yang telah dibina oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam 
(PHKA) Darori. Desa konservasi adalah desa yang berbatasan langsung dengan 
kawasan hutan.

Pembinaan itu bertujuan agar masyarakat memiliki kesadaran akan konservasi 
sehingga tidak merusak hutan. "Masyarakat yang sudah sadar konservasi tidak 
akan merusak hutan. Kami mendorong mereka untuk mempertahankan tanaman endemik 
di kawasan tersebut, bukan malah berbudidaya pertanian semusim," kata Menteri 
Kehutanan MS Kaban seusai pembukaan pelatihan pengembangan desa konservasi di 
Jakarta, Rabu (7/5).

Pengembangan desa konservasi yang dilaksanakan oleh Departemen Kehutanan 
bekerja sama dengan Badan untuk Pembangunan Internasional Amerika Serikat 
(USAID) itu meliputi 16 kawasan di enam provinsi, yaitu Nanggroe Aceh 
Darussalam, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa 
Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Desa-desa konservasi itu berada di hulu sungai dan berbatasan dengan kawasan 
hutan. Pembinaan desa konservasi di hulu sungai bertujuan membangun sistem 
pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) terpadu.

Selain membangun kesadaran pentingnya konservasi, pembinaan juga bertujuan 
meningkatkan perekonomian masyarakat, yakni dengan meningkatkan kompetensi, 
kualitas produk, mengenalkan teknologi baru, membuka akses pasar, dan 
permodalan.

"Kami menyediakan bibit tanaman yang sesuai kondisi kawasan dan keinginan 
masyarakat sehingga mereka akan mendapat penghasilan dari hasil hutan nonkayu," 
kata Darori. (ham)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke