Kita adalah sebuah bangsa yang terbentuk (dan yang
terus mengalami proses pertumbuhan) karena adanya
negara. Tadinya kita adalah bangsa yang berbeda-beda.
Tapi penjajahan Belanda selama berabad-abad membuat
kita, yaitu bangsa-bangsa yang mendiami teritorial
yang disebut Hindia Belana,  merasa senasib dan mulai
merasa sebagai sebuah bangsa baru yang kita namakan
Indonesia.  Ketika Belanda enyah maka teritorial
bernama Hindia Belanda itu pulalah yang kita jadikan
rumah kita. Di dalam rumah yang bernama negara
Indonesia itulah, bangsa  Indonesia mengalami proses
pertumbuhannya.

Kemajuan kita sebagai bangsa sebenarnya sangat
tergantung dari bagaimana rumah atau negara ini
diselenggarakan. Kalau negara ini bisa memberikan
kesejahteraan dan peluang untuk bertumbuh bagi semua
anak bangsa, maka majulah bangsa itu. 

Pembicaraan tentang bangsa hanya akan menjadi
pembicaraan kosong belaka kalau kita tidak berbicara
tentang negara. Dan akhir-akhir ini justeru negara
inilah yang perlu kita bicarakan dengan
sungguh-sungguh: Negara ini masih belum bisa
memberikan kekayaan alamnya yang melimpah-ruah itu
bagi kesejahteraan anak bangsanya. Negara ini masih
belum bisa menyelenggarakan pendidikan yang murah dan
merata. Negara ini masih belum bisa melindungi anak
bangsa yang berbeda agama dan kepercayaan.

Sampai sejauh ini bangsa Indonesia sebenarnya masih
sehat walafiat. Negara atau rumah dari bangsa inilah
yang sedang sakit. Tapi kalau negara atau rumah
tersebut dibiarkan sakit terus-menerus maka tentu saja
ia juga akan berpengaruh kepada kesehatan dan kekuatan
bangsa. Dalam hubungan negara dengan bangsa berlaku
juga peribahasa Latin yang mengatakan: Di dalam tubuh
yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Pada hari Perayaan Kebangkitan Nasional yang ke-100
ini marilah kita memberikan perhatian yang lebih
sungguh-sungguh terhadap rumah yang telah salah urus
dan centang-perenang yang bernama  Indonesia ini.

Horas,

Mula Harahap

 




      

Kirim email ke