Menyaksikan tayangan sepakbola sore kemarin dari stadion Gelora Bung Karno, sepertinya bukan timnas kita dech yang bermain melainkan kesebelasan PSSI. Setidaknya hal itu bisa disimak bila hendak dibandingkan dengan penampilan timnas kita di Piala Asia 2007 lalu.
Yang begitu mencolok dan memalukan adalah kondisi lapangan hijau sehabis dipakai acara harkitnas kemarin. Mirip kubangan kerbau yang kering ketimbang sebuah stadion internasional yang patut dibanggakan. Prihatin banget, apa kita nggak punya stadion lain yang lebih mulus untuk dipandang mancanegara ? Tolong dech lain kali, lapangan olahraga dipakai hanya untuk kepentingan olahraga. Boleh dibilang tanpa disuruh ini itu oleh pelatih dan menurunkan tim cadangan pun, Bayern Muenchen praktis sudah 2 tingkat diatas timnas kita. Beginilah kalau skedul kompetisi dibuat amburadul. Tapi saya salut dengan perilaku penonton kita, lumayan tertib dan tidak ada aksi lempar botol. Seandainya saja pertandingan persahabatan ini bisa jadi agenda tahunan, secara tidak langsung juga membantu program wisata visit Indonesia, seperti halnya konser musik maupun acara budaya lainnya. PS : Daripada rebutan ingin menjadi presiden di tahun 2009, bagaimana kalau bersaing dulu untuk menjadi ketua PSSI saja ? Lha, mas Sutiyoso saja mau kok jadi ketua PBSI sebagai batu loncatan, mungkin Gus Dur, mbak Mega, Sri Sultan HB X, Akbar Tanjung, Wiranto, dan lainnya berminat jadi ketua organisasi terpopuler di negeri ini ?
