wah keliatannya ada yang keblinger dengan mengatakan bahwa bbm dinaikkan untuk
menghindari krismon nih...
but... sebagai pejabat yang ditunjuk membantu presiden dan dalam kapasitas
sebagai baigan mengkomunikasikan pesan/kebijakan pemerintah... ada kemungkinan
saat ini pemerintah sedang kebingungan mencari alasan yang sangat tepat sebagai
latar belakang kenaikan bbm tersebut....
PG <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
DH,
saya ini lagi bingung, dengan apa yg dimaksud krismon ke 2 itu.
trus yg ke 1 itu yg mana...???
bukannya oil price ini naiknya seluruh dunia, dari sabang sampe antartika...???
lah...kalo emang seluruh dunia, kenapa disebut krismon sih...???
mohon bantulah diterangkan, karena memang saya kok lagi bego untuk mengartikan
krismon...
PG
----- Original Message ----
From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, 25 May, 2008 10:02:45 PM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Menkominfo: BBM Naik untuk Atasi Krismon Kedua
http://www.kompas. com/index. php/read/ xml/2008/ 05/25/17383140/ menkominfo.
bbm.naik. untuk.atasi. krismon.kedua
SURABAYA,MINGGU - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) ,
Mohammad Nuh menyatakan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
bersubsidi ditempuh pemerintah untuk mengatasi krisis ekonomi kedua.
"Tujuan mengurangi subsidi BBM itu bukan hanya untuk menyelamatkan
APBN, tapi ada yang lebih penting dari itu, yakni mengatasi krisis
ekonomi kedua," katanya di Surabaya, Minggu (25/5).
Sembari makan bersama dengan 30-an pimpinan dan wartawan dari berbagai
media massa, mantan Rektor ITS Surabaya itu mengakui, kenaikan harga
BBM memang akan terasa berat pada tahun 2008, namun kondisi di tahun
2009 justru akan menjadi stabil. "Misalnya, kenaikan harga BBM akan
menyebabkan tingkat inflasi 2008 mencapai 11,2 persen. Namun inflasi
pada tahun 2009 akan menjadi 5,8 persen. Jadi, kita akan susah pada
2008, tapi aman pada 2009," katanya menjelaskan.
Didampingi Kepala Dinas Infokom Jatim, Drs H Suwanto, ia mengemukakan,
kondisi itu terjadi, karena kenaikan harga BBM juga diikuti berbagai
kebijakan, diantaranya program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM)
berkisar Rp 3 miliar/kecamatan, Kredit Usaha rakyat (KUR) Rp 5
juta/orang tanpa agunan, dan BLT. "Itu akan berbeda kondisinya bila
harga BBM tidak naik, tapi juga tidak ada kebijakan apa-apa. Kalau hal
itu yang dilakukan, akan menyebabkan inflasi mencapai 13,2 persen pada
2008 dan 14,6 persen pada 2009. Umpama dibiarkan, Indonesia akan
mengalami krisis lagi," katanya menegaskan.
Menurut menteri kelahiran Gunung Anyar, Surabaya itu, pertimbangan
serupa juga sudah diamati pemerintah untuk nilai kurs dollar AS,
kenaikan jumlah masyarakat miskin, dan prediksi lainnya. "Kalau BBM
dinaikkan dengan diikuti berbagai kebijakan yang membantu masyarakat,
maka kemiskinan akan berjumlah 14-16 persen pada 2008 dan 12,5 persen
pada 2009, tapi kalau BBM tidak naik dan tidak ada kebijakan apa-apa,
maka jumlah orang miskin justru akan mencapai 19,5 persen," katanya.
EDJ
Sumber : ANT
[Non-text portions of this message have been removed]