Aku mendengar suara, jerit makhluk terluka..
Luka.....Luka hidupnya....luka...
...............................
Mereka dihinakan tanpa daya....
ya..tanpa daya.....
(Kesaksian, Iwan Fals, Kantata Takwa)
Dear All,
Dua hari pasca kenaikan BBM apa yang terjadi di masyarakat?
1. Tarif angkutan umum (transportasi publik) di Jakarta sudah naik secara
sepihak melibihi 15 % seperti yang disarankan pemerintah rejim neoliberal
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK). (Pengamatan Lapangan 26 Mei
2008)
Penetapan harga jual BBM oleh pemerintah pada Jumat (23/5) tengah malam,
disambut dengan naiknya tarif angkutan dan melejitnya harga kebutuhan pokok.
Hal itu terjadi di wilayah Jember, Bondowoso, dan Situbondo, berdasarkan
pantauan tempo sejak Sabtu hingga Minggu. (TEMPO Interaktif, Minggu, 25 Mei
2008)
2. Selain tarif angkutan, harga kebutuhan pokok juga terus merangkak naik
seiring keputusan pemerintah menaikkan harga BBM.Para pedagang Pasar Tanjung
Jember, Pasar Bondowoso dan Pasar Mimbaan-Situbondo, kenaikan barang-barang
sembako itu dilakukan sejak sabtu pagi. Rata-rata kenaikan baranag sekitar Rp.
150 hingga Rp. 500 per kilogram.
Harga beras kualitas rendah yang biasa dijual Rp 4.400 per kilogram, sudah
naik menjadi Rp 4.500 per kilogram. Beras kualitas sedang yang biasanya dijual
Rp 4.800 per kilogram menjadi Rp 4.900 per kilogram. Sedangkan beras kualitas
super, naik dari Rp 5.600 menjadi Rp 5.700 per kilogram. Harga minyak goreng
curah kualitas super yang biasa dijual Rp 14.500 per kilogram menjadi Rp.150.00
per kilogram, dan minyak goreng curah kualitas biasa yang baisa dijual Rp
10.700 sudah menjadi Rp 11.000. (TEMPO Interaktif, Minggu, 25 Mei 2008).
3. Nelayan mengurangi aktivitas melautnya karena harga BBM tinggi (Berita Pagi
hari ini, 26 Mei 2008 di TV One)
4.Penyaluran sebanyak 468,83 ton beras murah bersubsidi kepada 31.254 rumah
tangga miskin di Kota Tangerang ditunda. Pemerintah Kota Tangerang rencananya
akan menyalurkan beras itu kemarin. Ternyata hingga tiba waktunya, Badan Urusan
Logistik Daerah Regional Banten belum memberikan sinyal kapan beras itu
disalurkan (Koran Tempo, 26 Mei 2008)
5. Kata para pendukung pemerintah rejim neoliberal SBY-JK, Bantuan Langsung
Tunai (BLT) sudah dibagikan ke masyarakat miskin. Namun, simak berita di bawah
ini
Siti termenung di gubuk kecilnya, yang berukuran 24 meter persegi. Gubuk
berdinding tripleks dan beratap aspal rol itu sering kali bocor bila hujan
datang. Ketika perabotan dapur dan pakaiannya basah akibat air hujan, Siti pun
hanya menangis sambil memandang foto suaminya yang dipajang di dinding berbalut
lumut.
Wanita berusia 53 tahun itu hidup sebatang kara. Setahun lalu, suaminya
meninggal mendadak sepulang mencari barang bekas. Sepeninggal suaminya, Siti
melanjutkan hidup sebagai pemulung dengan sesekali menjadi tukang urut. "Itu
untuk tambahan," ujarnya.
Saat ditanyakan apakah dirinya mendapat dana bantuan langsung tunai (BLT) yang
dikucurkan pemerintah pusat melalui kantor pos, Sabtu lalu, jidat Siti semakin
berkerut. "Apa itu BLT, Pak?" kata Siti. (Koran TEMPO, 26 Mei 2008)
Apakah mata para komprador (kaki tangan asing) seperti Susilo Bambang
Yudhoyono, Jusuf Kalla, Purnomo Yusgiantoro, Sri Mulyani dan Aburizal Bakrie
masih dapat berfungsi untuk melihat penderitaan rakyat itu? Apakah telinga para
komprador itu itu juga masih berfungsi untuk mendengar jeritan derita rakyat?
Di sini negeri kami, tempat padi terhampar..
Samuderanya kaya raya...Tanah kami subur Tuhan...
Di negeri permai ini, berjuta rakyat bersimbah luka..
Anak kurus tak sekolah, pemuda desa tak kerja..
Mereka dirampas haknya, tergusur dan lapar....
(Darah Juang, Somasi Group)
Salam,
Daus
[Non-text portions of this message have been removed]