Bagaimana mengubahnya? Korupsi di lingkungan PNS telah dilakukan turun
temurun dan tetap dilestarikan. Konon setiap jabatan maupun proyek-2
pemerintah selalu ada pungutan upeti dari berbagai tingkat jabatan,
mulai atas sampai bawah. Masing-2 pejabat minta komisi dan menentukan
tarif seenaknya. Untuk apalagi kalau bukan dalam rangka pengencangan
ikat pinggang alias agar makin bengkak perutnya.
Menkeu mengatakan akan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi
wajib pajak untuk meningkatkan penerimaan pajak melalui kantor-2
pajak, diucapkan ketika pengumuman kenaikan BBM. Masyarakat dan
pengusaha lagi yang ditekan, sedangkan sebagian pejabat di Depkeu yang
ditunjuk atas nama Menkeu seenaknya "menikmati uang negara" berpesta
pora, komisi dari proyek-2nya. Sebelum uang pajak masuk negara
"disunat" terlebih dulu, sedangkan pembelanjaan uang negara di mark
up/ dinaikkan hingga sepuluh kali. Korupsi dari segala penjuru.
Entah awal kesalahan dari mana, konon untuk menduduki jabatan mesti
keluar uang juga, meskipun aku yakin uang itu tidak sampai ke Menkeu.
Ya, impas lah bila setelah menjadi pejabat kuras uang negara untuk
menutupi modal awalnya.


--- In [email protected], "Agus Hamonangan"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/23/00244930/pns.harus.ubah.kultur
>
> Jakarta, Kompas - Pegawai negeri sipil atau PNS harus mengubah kultur
> dan sikap kerja mereka, dari kebiasaan yang cenderung korup ke sikap
> yang lebih baik. Selain itu, sistem yang membentuk mereka menjadi
> seperti itu haruslah diubah, dan perubahan itu haruslah dilakukan oleh
> kaum muda.
>
> Demikian dikemukakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
> Chandra Hamzah, Kamis (22/5),...

Kirim email ke