http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/06/1544289/priyo.posisi.sby-jk.tidak.menentu

JAKARTA, JUMAT - Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso kembali
mengungkapkan kekecewaan partainya terhadap pemerintah. Priyo
menyatakan, kekecewaan Golkar kini makin menjadi dan sudah
terakumulasi sejak lama.

Bahkan, Priyo kepada wartawan, Jumat (6/6) di Gedung DPR, secara tegas
menyatakan, duet SBY-JK sudah tidak menguntungkan lagi. "Masa depan
duet Yudhoyono-Kalla ini dalam posisi yang tidak menentu, saya
khawatir dan mudah-mudahan saja tidak terjadi. Harapan saya, ini hanya
duri kecil karena masih ada sekian hari, sekian jam, dan sekian bulan
untuk masing-masing introspeksi diri," kata Priyo Budi Santoso
diplomatis. "Mudah-mudahan saja ada keajaiban sehingga tetap
menginginkan duet ini bekerja dengan tenteram," sambungnya.

Priyo secara jujur menjelaskan kembali apa yang diungkapkannya ini
adalah sikap dari kekecewaan yang sudah begitu lama. Ia membantah bila
sikap kecewa terhadap pemerintah ini hanya karena masalah Pilkada
Maluku Utara saja. "Pilkada Malut itu adalah letupan atau puncak dari
pada kegetiran yang selama ini kami (Partai Golkar) rasakan sebagai
fraksi pendukung utama pemerintah ini," tegasnya.

Apa yang dijelaskan Priyo, secara otomatis, Golkar sudah mulai menjaga
jarak dan tidak ingin lagi dikatakan sebagai partai utama pendukung
pemerintah. Apalagi, lanjut Priyo, anggota Fraksi Golkar sudah
dipersilakan sebebas-bebasnya untuk bersikap, menggunakan hak-haknya
sebagai anggota Dewan dalam mengkritisi setiap kebijakan pemerintah.

"Biarlah pada saatnya partai akan bersikap. Tapi izinkanlah, Fraksi
Golkar yang saya pimpin untuk menyampaikan ini. Saya mendapatkan
dukungan yang demikian menggembirakan dari seluruh pimpinan partai
(Golkar), termasuk dari daerah. Dan saya tidak ingin membebani Pak
Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden," ujarnya.

"Kata teman-teman pers, kami adalah partai terbesar. Tapi kami belum
pernah bisa. Atau, izinkanlah kami melakukan inovasi-inovasi baru yang
selama ini kami merasa, mungkin saja terkungkung (oleh pemerintah)
atas sikap-sikap politik kami yang ada," kata Priyo. (Persda Network/yat) 

Kirim email ke