Saya tidak kenal sama sekali dengan Bapak Helmi Yahya, tapi saya kira beliau
adalah artis yang "beda" tepatnya beliau adalah intelektual yang "kebeneran"
kecemplun ke dunia pesohor.
Kalau melihat CV beliau sebagai pelajar teladan dari SD-SMU, kemudian lulusan
terbaik STAN, dapet beasiswa Depkeu ke Amerika dll, kualitas otaknya "beda"
dibanding Rano Karno, Suti Karno, Saepul Jamil, Dewi Persik, Adjie
Massaid, Nurul Qomar, Marissa Haque, Inul Daratista, bahkan Bapak Wagub Jabar
Dede Yusuf (temennya Helmi).
Selain itu program TV yang dibuat Helmi Yahya juga Quiz dan komedi situasi yang
sedikit banyak memerlukan "otak", jadi Helmi memang beda dibanding artis lain
yang lebih dulu masuk ke politik. Dia juga putra daerah asli Palembang sehingga
sangat menguasai propinsi Sumsel.
Yang saya khawatir, justru partai yang mencalonkannya dan Gubernur yang akan
dia dampingi. Mungkin Helmi "terpaksa" menggunakan jalur PDIP karena belum
adanya kesempatan jalur independe, tapi saya kok meragukan Helmi bisa bebas
dari pengaruh buruk PDIP (saya beranggapan semua parpol besar kelakuannya
koruptif - bukan hanya PDIP).
Kalau anda buka kembali kejadian pemilihan gubernur Sumsel 2003 (lewat DPRD),
sangat menarik. Syahrial Oesman (saat itu bupati) mengalahkan Rosihan Arsyad
(gubernur berkuasa - bintang dua TNI - AL), hanya dengan selisih 1 suara. Pada
saat itu ada tiga pasang calon, salah satu pasangan (ketua & anggota DPRD)
yang punya hak suara tidak mendapat suara sama sekali. Gila gak tuch, punya
suara tapi tidak memilih diri sendiri (lebih bagus suaranya dijual).
Bagaimana hasilnya? Apakah Syahrial - Helmi akan menang melawan Alex Noerdin?
Apakah Helmi (seandainya menang) dapat mengurangi korupsi pejabat Sumsel yang
gila-gilaan (seperti halnya pejabat pemda dan pusat lainnya?) Kita lihat saja
nanti
[Non-text portions of this message have been removed]