Pendapat Bung Riyanto benar, bahwa menidik anak bukan dengan pukulan. Apalagi ada hukum-hukum yang melindungi anak-anak atau "child's rights", jadi guru memang harus berhati-hati dalam melakukan kekerasan terhadap murid-murid.
Dalam hal uang yang dikumpulkan untuk kepentingan mesjid tersebut, sang Guru sebenarnya bisa berdiskusi dengan guru-guru yang lain disekolah tersebut. Sesudah menerangkan bahwa si murid telah melakukan tindakan yang tidak benar yaitu tidak melaporkan keuangan yang didapat dari kotak tersebut. Setelah menimbang dan menyetujui tindakan bagaiman yang benar untuk ditinjak lanjuti antara sesama guru-guru, barulah anak tersebut bisa dipanggil dan ditanya apa alsannya tidak melaporkan uang-uang yang ada didalam kotak tersebut. Jadi semua dilakukan secara transparan, dan tanpa kekerasan. Salam, Yuli --- On Thu, 6/19/08, Bambang Riyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Bambang Riyanto <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Pukul Murid Pakai Helm, Guru Dilaporkan To: [email protected] Date: Thursday, June 19, 2008, 9:51 PM Bung Sonar, identikkah tata krama dan sopan santun dengan pendidikan yang melegalkan kekerasan? Apakah anak akan otomatis jadi sopan kalau hukumannya adalah pukulan? woww.....ada teori baru ternyata ya... riyanto ----- Original Message ---- From: sonar sihombing <sonarsihombing@ yahoo.com> To: Forum-Pembaca- [EMAIL PROTECTED] ps.com Sent: Thursday, June 19, 2008 4:21:51 PM Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Pukul Murid Pakai Helm, Guru Dilaporkan Mosok sih guru ngak boleh memukul murid dengan alsan HAM. Jangan2 karena itu murid-murid sekarang makin kurang ajar dan semakain tidak tahu tata krama.
