Jakarta, Kompas - Di tengah maraknya aksi unjuk rasa yang tak jarang berujung pada kekerasan dan tindakan anarki, para tokoh muda dapat memelopori pendewasaan demokrasi di Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan untuk itu adalah terus- menerus membangun komunikasi antartokoh muda guna membahas tema-tema aktual tanpa menjebakkan diri dalam idealisme musiman.
Hal itu dikemukakan mantan Ketua Umum Muhammadiyah Ahmad Syafii Maâarif, Rabu (25/6) di Jakarta. Ketika ditemui seusai mengikuti seminar yang digelar Nusantara Centre, Syafii Maâarif mengecam gerakan mahasiswa yang saat ini cenderung kurang terkontrol. âMahasiswa sebaiknya sedikit sabar, jangan beringas, jangan sampai merusak, sampaikan dengan sopan. Keadaan saat ini memang tak tertahankan, namun sebaiknya mahasiswa menyampaikan orasi mereka dengan beradab,â tuturnya. Di sisi lain, para politisi, menurut dia, sebaiknya mengarahkan telinga mereka ke bumi, menjejaki fakta riil masyarakat Indonesia yang sungguh miskin. Lebih lanjut, Syafii Maâarif mengatakan, orang dapat saja kecewa dengan kondisi politik yang ada saat ini karena harus jujur diakui, peradaban politik Indonesia baru mencapai tahap seperti yang ada saat ini karena sebelumnya selama 40 tahun demokrasi di Indonesia dibunuh. Namun, masyarakat tidak boleh mengutuk demokrasi, mengutuk Pancasila, tetapi sebaliknya berangsur-angsur menjadi masyarakat yang, menurut Syafii Maâarif, siuman. (JOS) http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/26/00573184/tokoh.muda.dapat.dewasakan.demokrasi
