Heboh soal blue energy, brown energy, atau apalah namanya tokh tidak membuat PLN bergeming dari bahan bakar semacam solar maupun batu bara. Setahu saya, bukankah negeri ini memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi dan juga tenaga air ? Belum lagi kalau kita bisa mengembangkan tenaga angin, uap, dan sinar matahari. Jadi pengen tahu selama ini BPPT dan menristek tampaknya lebih sibuk ngurusin soal bagaimana mengatur telekomunikasi ketimbang langsung membuat mesin tepat guna yg hemat energi.
Beberapa hari lalu KOMPAS memuat artikel soal mobil murah dan irit bbm, namun terkendala oleh belum adanya insentif dari kementrian perindustrian. Jadi teringat, sekarang pak Fahmi Idris kemana yach ? Kok yang muncul terus di layar kaca, cuman mbak Sri Mulyani dan ibu Mari Elka Pangestu. Sekedar memplesetkan dari ucapan ketua BIN kemarin untuk kasus byarpet ini : dasar PLN sontoloyo, he he he�
