Kalau saya sih biasa makan pepaya sebagai sumber vitamin c alami.. Sekaligus untuk pelancar pencernaan yang sehat&alami.. gak perlu minuman" yang dijual di pasaran itu.. :-)
Tapi kalau sudah 'kecapek-an', meskipun sudah dibantu minum ester-c (bukan yang dari MLM itu) sekali dalam sehari (meskipun tidak tiap hari), kadang masih terkena batuk juga.. Kebetulan terakhir periksa ke klinik langganan (sekali berobat +/- 50 s/d 100 ribu rupiah termasuk obat - diganti kantor 80%), salah seorang dokter yang memeriksa saya menyebutkan kunyit sebagai obat alternatif.. sementara jahe bukan untuk batuk/masuk angin, tetapi untuk melegakan pernafasan(?).. Alhamdulillah, istri saya membuatkan ramuan kunyit parut, jahe dll (plus gula).. dan setelah minum minimal 2-3 kali, sudah terasa khasiatnya.. plus beberapa kali minum obat batuk lapisiv yang dampaknya bikin ngantuk itu.. Masalahnya, obat batuk lapisiv-nya hanya saya minum sekali dalam sehari (menjelang tidur).. karena harus mengendarai sepeda motor dari rumah-tempat kerja-rumah (di bulan juni kemarin kena jadwal shift).. Sebelum minum ramuan kunyit, dalam sebulan saja (Juni 2008) saya sampai 3x berobat untuk batuk.. dan yang terakhir itu bukan murni karena batuk (confirmed oleh dokternya), tapi terkait 'morning sickness', gara" kena shift dll.. :-p CMIIW.. Wassalam, Irwan.K Jakarta, Indonesia http://irwank.blogspot.com ------------- Pada 4 Juli 2008 06:55, Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > bubuk kunyit itu,maksudnya yang bubuk spt biasa dijual di toko sbg bumbu > ? > > jadi bukan kunyit segar ? > > mau nyoba nih > > saya selama ini sih pakai jahe, di gecek/tumbuk, direbus , tanbah > gula, saring.. bagus juga buat batuk/radang tenggorokan. > > Boleh juga ke puskesmas bayar Rp.2.000 termasuk obat amoxilin , obat > panas dan vitamin C..smile > > Maksudku, kalau mau murah yg gak murahan masih ada jalan kok, > setidaknya di DKI bisa begitu.. > > HS
